Home / Pemerintahan

Selasa, 21 April 2026 - 08:56 WIB

Kartini 2026: Saat Perempuan Bangkit, Dari Pengabdian Hingga Arti Kepemimpinan Nyata

Sosok Kartini Sukabumi: Kepala Bidang Pemenuhan Hak Anak (PHA) pada Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Sukabumi, Elis Sajaah / Foto: Istimewa

MEDIAAKSARA.ID — Peringatan Hari Kartini, Selasa (21/4/2026), kembali menjadi momentum reflektif atas perjuangan perempuan Indonesia dalam meraih kesetaraan dan peran strategis di berbagai lini kehidupan berbangsa dan bernegara.

Tahun ini, tema nasional mengusung semangat “Perempuan Berdaya: Akses Setara, Kepemimpinan Nyata, dan Layanan Publik Inklusif” yang menegaskan pentingnya keterlibatan aktif perempuan dalam pembangunan.

Semangat perjuangan Raden Ajeng Kartini terus relevan di tengah tantangan zaman. Nilai-nilai emansipasi yang ia wariskan kini menjelma dalam berbagai bentuk nyata, mulai dari kepemimpinan perempuan, akses pendidikan, hingga pelayanan publik yang lebih inklusif.

Kepala Bidang Pemenuhan Hak Anak (PHA) pada Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Sukabumi, Elis Sajaah, menyampaikan momen Hari Kartini bukan sekadar mengenang sosok pahlawan, melainkan refleksi keberanian perempuan dalam menjalani setiap fase kehidupan.

“Bagi saya, Kartini adalah simbol keberanian untuk terus bertumbuh. Ia tidak pernah membatasi mimpi pada usia, ruang, atau keadaan. Hari ini, semangat itu hadir dalam bentuk sederhana: terus belajar, terus memberi, dan terus menjadi berarti,’ ungkap Elis.

  • Dengan hormat: Dilarang melakukan penyalinan (copy-paste), tindakan plagiarisme, atau penggunaan sebagian maupun seluruh isi artikel tanpa izin resmi dari Redaksi MediaAksara.id

Ia juga mengungkapkan beberapa bulan ke depan dirinya akan memasuki masa purna tugas sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN). Namun, menurutnya, pengabdian tidak berhenti pada jabatan.

“Purna tugas bukan akhir dari pengabdian, tetapi perubahan medan juang. Jika dulu langkah terikat jabatan, kini menjadi lebih merdeka untuk menjangkau masyarakat, menengahi konflik, dan menghadirkan keadilan secara lebih manusiawi,” jelasnya.

Lebih lanjut, Elis menekankan menjadi perempuan di usia matang bukanlah tentang keterbatasan, melainkan penerimaan dan kemampuan untuk terus melampaui diri.

“Perempuan, kapan pun usianya, tetap memiliki hak untuk bermimpi, belajar, dan memberi arti. Dalam setiap langkah kecil yang dijaga, semangat Kartini itu tetap hidup atau diam, namun kuat,” pungkasnya.

Momentum Hari Kartini 2026 menjadi pengingat  perjuangan perempuan tidak berhenti pada sejarah keluarga, melainkan terus berlanjut dalam aksi nyata menuju Indonesia yang lebih setara dan inklusif.

Reporter: Sr1

Redaktur: Rapik Utama

Share :

Baca Juga

Pemerintahan

DPMPTSP Sukabumi Dorong RDTR Digital untuk Percepat Investasi dan Ramah Lingkungan ‎

Pemerintahan

‎170 Rumah Warga Darmareja Sukabumi Belum Berlistrik, Pemdes Ajukan ke Jabar Caang

Pemerintahan

Sumpah Pemuda: TMMD Kodim 0622 Sukabumi Tanamkan Nasionalisme ke Pelajar MTs

Pemerintahan

Imigrasi Tetapkan “Beranda Imigrasi” untuk 254 Titik Layanan di Seluruh Indonesia

Pemerintahan

Cegah WNA Overstay, Imigrasi Sukabumi Terapkan Peringatan Otomatis ‎

Pemerintahan

Sumpah Pemuda 2026: Persatuan Generasi Muda Sukabumi Kunci Kemakmuran Merata

Pemerintahan

Sumpah Pemuda ke-98, Pemkab Sukabumi Ajak Generasi Muda Perkuat Kolaborasi

Pemerintahan

Bukan Sekadar Seremoni, Camat Jampangkulon Dorong Pemuda Aktif Bangun Daerah ‎