Home / Kabar Daerah

Minggu, 19 April 2026 - 07:37 WIB

Surili Jawa Bertahan di Halimun, Desa Penyangga Jadi Kunci Kelestarian Primata

Penampakan Surili jawa masih bertahan di lanskap Halimun Salak di Desa penyangga wilayah Kabandungan Kabupaten Sukabumi/ Foto: Istimewa

MEDIAAKSARA.ID – Keberadaan surili jawa (Presbytis comata), primata endemik Pulau Jawa, masih bertahan di lanskap hutan sekitar Taman Nasional Gunung Halimun Salak. Satwa arboreal ini hidup di tajuk pepohonan hutan pegunungan dan menjadi indikator penting bahwa kondisi ekosistem masih relatif terjaga.

Di Kabupaten Sukabumi, habitat surili tidak hanya berada di kawasan inti taman nasional. Lanskap desa penyangga seperti Desa Cipeuteuy, Desa Mekarjaya, Desa Cianaga, dan Desa Pulosari memiliki peran penting dalam menjaga keberlangsungan habitat satwa liar tersebut.

Wilayah-wilayah ini masih memiliki tutupan vegetasi berupa hutan sekunder, kebun campuran, serta koridor pohon yang saling terhubung. Kondisi tersebut memungkinkan pergerakan satwa dari satu area ke area lain, sekaligus menjadi bagian penting dari lanskap ekologis bagi berbagai jenis satwa, termasuk surili.

Surili dikenal sebagai primata pemakan daun, pucuk muda, dan buah hutan. Sebagian besar waktunya dihabiskan di atas pohon, sehingga keberadaan kanopi hutan yang saling terhubung menjadi kebutuhan utama bagi kelangsungan hidupnya.

Sejumlah penelitian menunjukkan populasi surili di kawasan Halimun masih ditemukan, meskipun dengan kepadatan relatif rendah. Fragmentasi habitat akibat perubahan penggunaan lahan menjadi ancaman nyata yang dapat mengganggu keberlangsungan spesies ini di alam.

    Dengan hormat: Dilarang melakukan penyalinan (copy-paste), tindakan plagiarisme, atau penggunaan sebagian maupun seluruh isi artikel tanpa izin resmi dari Redaksi MediaAksara.id

Kesaksian warga turut memperkuat keberadaan surili di desa penyangga. Sugiri, warga Kampung Sukagalih, Desa Cipeutey menyebut satwa tersebut masih kerap terlihat di kawasan hutan damar setempat.

“Masih banyak di sekitar hutan damar Sukagalih. Biasanya terlihat pagi atau sore saat mencari makan,” ujarnya.

Menurutnya, hingga kini surili tidak menimbulkan konflik dengan warga karena tetap berada di kawasan hutan dan tidak memasuki permukiman. Kondisi ini menunjukkan keseimbangan hubungan antara manusia dan satwa liar masih terjaga.

Peran desa penyangga menjadi semakin krusial dalam menjaga keberlanjutan habitat. Selama tutupan vegetasi tetap dipertahankan dan praktik kebun campuran terus dijaga, kawasan ini dapat berfungsi sebagai koridor alami bagi satwa arboreal seperti surili di lanskap Halimun.

 

Reporter: Asep M’rhe

Redaktur: Rapik Utama

Share :

Baca Juga

Kabar Daerah

KNPI Sukabumi Data Pengangguran Pemuda: Dongkrak IPP Jawa Barat Masih 62,5 Persen

Kabar Daerah

Paguyuban Batu Hijau Cikembar Bangun Sumur Bor, Perbaiki Pengelolaan Limbah Pascasorotan Lingkungan

Kabar Daerah

Dana Desa Tahap I Tuntas, Pembangunan Posyandu dan Jalan Desa Bojongharja Terlaksana Sesuai Target

Kabar Daerah

BUMDes Desa Selawangi Motor Penggerak Ekonomi, Perkuat Petani dan UMKM 

Kabar Daerah

Viral Dugaan Pencemaran Sungai Cikembar, DLH Edukasi K3 dan Paguyuban Batu Hijau Sukabumi Bangun Sumur Atasi Krisis Air

Kabar Daerah

Bikin Bangga! Desa Purwasari Tunjukkan Kemajuan, Pemuda Kunci Lahirnya Desa Mandiri

Kabar Daerah

Kafilah Nagrak Siap Berlaga di PORSADIN VIII Sukabumi, Targetkan Prestasi dan Harumkan Daerah

Kabar Daerah

Ratusan Santri Ramaikan Porsadin VIII Kabupaten Sukabumi, Bupati Asep Japar Dorong Lahirnya Generasi Religius dan Berprestasi