Tim Sehati dan PMI bersama warga membangun kembali Jembatan darurat di Desa Bojongsari Nyalindung Kabupaten Sukabumi/ Foto: Istimewa
MEDIAAKSARA.ID – Curah hujan tinggi yang melanda wilayah Kabupaten Sukabumi dalam beberapa hari terakhir kembali memicu bencana. Sebuah jembatan darurat di Desa Bojongsari, Kecamatan Nyalindung, dilaporkan putus total setelah diterjang luapan sungai pada Selasa (14/04/2026).
Jembatan berbahan bambu tersebut sebelumnya menjadi penghubung utama antara Kampung Tanggeng dan Kampung Cipiit. Infrastruktur darurat ini diketahui baru diresmikan pada 5 Januari 2026, hasil kolaborasi antara Yayasan Sehati Bergerak Bersama, Palang Merah Indonesia (PMI), dan swadaya masyarakat.
Putusnya jembatan berdampak signifikan terhadap aktivitas warga. Akses vital untuk kegiatan ekonomi, sosial, hingga pendidikan kini terhambat, memaksa warga mencari jalur alternatif yang lebih jauh dan berisiko.
Founder Yayasan Sehati Bergerak Bersama, Andri Kurniawan, menyampaikan cuaca ekstrem menjadi faktor utama penyebab hanyutnya jembatan. Debit air sungai yang meningkat drastis tidak mampu ditahan oleh konstruksi darurat.
“Curah hujan sangat deras dalam beberapa hari terakhir menyebabkan jembatan yang baru dibangun sekitar tiga bulan lalu kembali hanyut terbawa banjir,” ujarnya.
- Baca Juga: https://mediaaksara.id/164-ribu-warga-terdampak-pemkab-sukabumi-kebut-validasi-data-pbi-jk/
Kejadian ini menegaskan bahwa jembatan darurat bukan solusi jangka panjang bagi kebutuhan infrastruktur warga di wilayah tersebut. Diperlukan pembangunan jembatan permanen yang lebih kokoh guna menjamin keselamatan dan kelancaran mobilitas masyarakat.
Andri berharap pemerintah daerah segera turun tangan untuk melakukan penanganan cepat. “Kami berharap ada perhatian serius dari pemerintah agar akses warga bisa segera normal kembali,” tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, kondisi di lokasi masih mengkhawatirkan. Material bambu sisa jembatan terlihat hanyut, sementara sebagian lainnya tersangkut di sekitar bantaran sungai.
Sumber: @D3ns
Redaktur: Rapik Utama







