Jeruk limau dari pekarangan warga Cipeutey Kabandungan Kabupaten Sukabumi jadi bumbu dapur favorit. Mudah ditanam, serbaguna, dan punya nilai ekonomi/ Foto: Istimewa
MEDIAAKSARA.ID – Di pekarangan rumah warga Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi, jeruk limau tumbuh sederhana namun punya peran besar di dapur. Buah kecil berwarna hijau ini kerap dipetik langsung untuk melengkapi berbagai masakan, mulai dari sambal hingga kuah soto.
Jeruk limau dikenal dengan aroma khas dan rasa asam segar. Kandungan minyak atsiri pada kulitnya membuat buah ini efektif menghilangkan bau amis pada ikan dan daging, sekaligus memperkaya cita rasa masakan tradisional.
- Baca Juga: https://mediaaksara.id/mui-sukabumi-ajak-tabayun-gus-uha-sebut-penyegelan-proyek-dinamika-internal/
Di pedesaan, tanaman ini banyak ditanam tanpa perawatan khusus. Selain mudah tumbuh di iklim tropis, jeruk limau juga tahan terhadap berbagai kondisi tanah, sehingga cocok dijadikan tanaman pekarangan.
Enah (53), warga Kampung Babakan, Desa Cipeuteuy, mengaku terbantu dengan keberadaan jeruk limau di halaman rumahnya.
“Kalau butuh tinggal petik. Biasanya buat sambal atau campuran masakan. Cukup untuk kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.
Tak hanya untuk konsumsi keluarga, jeruk limau juga memiliki nilai ekonomi. Pada musim tertentu, buah ini dijual di pasar dalam kemasan kecil dengan permintaan dari pedagang makanan hingga rumah tangga.
Meski bukan komoditas utama, jeruk limau mencerminkan pemanfaatan pekarangan yang produktif. Tanaman ini menjadi bukti bahwa lahan sempit di sekitar rumah dapat menjadi sumber pangan tambahan sekaligus penunjang ketahanan pangan keluarga.
Reporter: Asep M’rhe
Redaktur: Rapik Utama







