Segenggam biji pala dari kebun warga Cipeutey Kabandungan Kabupaten Sukabumi jadi sumber ekonomi / Foto: Istimewa
MEDIAAKSARA.ID – Di balik kebun sederhana warga pedesaan Kabupaten Sukabumi, segenggam biji pala menyimpan nilai ekonomi yang tak bisa diremehkan. Meski hanya berasal dari beberapa pohon di pekarangan, rempah ini tetap menjadi sumber penghasilan tambahan bagi masyarakat.
Biji pala yang telah dipanen biasanya dikeringkan sebelum dijual. Aroma khas dan kegunaannya yang luas, mulai dari bumbu masakan, minuman, hingga industri makanan dan obat, membuat komoditas ini tetap memiliki nilai jual, meski harga di pasaran kerap naik turun.
Di Kecamatan Kabandungan, pohon pala umumnya tumbuh berdampingan dengan tanaman lain seperti durian dan kelapa. Bagi warga, pala bukan komoditas utama, melainkan pelengkap yang tetap dipertahankan karena perawatannya mudah dan manfaatnya menyeluruh.
Seperti yang dirasakan Enah (53), warga Desa Cipeutey memiliki beberapa pohon pala. Meski terbatas, hasilnya tetap membantu kebutuhan sehari-hari.
- Baca Juga: https://mediaaksara.id/mui-sukabumi-ajak-tabayun-gus-uha-sebut-penyegelan-proyek-dinamika-internal/
“Kalau harga bagus lumayan buat tambahan. Kalau turun, ya dipakai sendiri, jadi tidak perlu beli bumbu,” ujarnya pada Minggu (12/4/2026).
Tak hanya bijinya, daging buah pala juga bisa diolah menjadi manisan atau minuman. Inilah yang membuat tanaman ini sering disebut sebagai “tabungan kebun” bisa dijual saat harga naik, atau dimanfaatkan saat dibutuhkan.
Di tengah fluktuasi harga komoditas pertanian, pala membuktikan hasil kecil dari kebun pun tetap bisa memberi nilai besar bagi kehidupan warga desa.
Reporter: Asep M’rhe
Redaktur: Rapik Utama







