Home / Kabar Daerah

Selasa, 10 Maret 2026 - 21:56 WIB

Tak Ingin Warga Lebaran di Tenda, Bupati Sukabumi Salurkan Bantuan Kontrakan Rp3 Juta untuk Penyintas Bantargadung

Bupati Sukabumi saat diwawancara awak media di lokasi pengungsian warga terdampak pergerakan tanah di Kampung Cijambe, Desa Bantargadung, Kecamatan Bantargadung./ Foto: Istimewa 

MEDIAAKSARA.ID – Pemerintah Kabupaten Sukabumi mengambil langkah nyata untuk meringankan beban warga terdampak bencana pergerakan tanah di Kampung Cijambe, Desa Bantargadung, Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Seiring berakhirnya masa tanggap darurat, pemerintah daerah menyalurkan bantuan uang kontrakan kepada para penyintas agar tidak lagi bertahan di tenda pengungsian.

Bupati Sukabumi, Asep Japar, turun langsung ke lokasi pengungsian bersama jajaran pemerintah daerah, unsur Forkopimda, serta perwakilan Bank BJB untuk bertemu sekaligus berbuka puasa bersama warga terdampak, Selasa (10/3/2026).

Dalam kesempatan itu, Asep menegaskan komitmen pemerintah daerah agar para penyintas segera menempati hunian sementara yang lebih layak, terlebih menjelang Hari Raya Idulfitri.

“Alhamdulillah tadi saya bersama jajaran pemerintah daerah, Forkopimda, juga dari BJB dan pemerintah desa bisa berbuka bersama warga yang terdampak pergeseran tanah. Kami juga sekaligus memberikan bantuan uang kontrakan sebesar Rp3 juta per kepala keluarga untuk enam bulan,” ujarnya.

Menurutnya, bantuan tersebut diharapkan dapat membantu warga meninggalkan pengungsian dan tinggal sementara di rumah kontrakan sambil menunggu proses relokasi permanen yang tengah dipersiapkan pemerintah.

Ia mengaku tidak tega melihat warga terlalu lama hidup di pengungsian, apalagi dalam suasana Ramadan dan menjelang Lebaran.

“Saya tidak rela melihat warga terus berada di pengungsian, apalagi sebentar lagi Lebaran. Karena itu kami arahkan mereka untuk sementara mencari kontrakan dulu, sambil pemerintah menyiapkan relokasi yang jelas,” katanya.

Terkait relokasi permanen, Asep menyebut pemerintah daerah sebenarnya sudah memiliki gambaran lokasi yang akan dipertimbangkan. Namun proses tersebut tetap harus melalui kajian teknis dan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

“Bayang-bayang lokasi sudah ada, tetapi kita harus memohon dulu ke Provinsi Jawa Barat. Setelah itu lahannya juga harus dicek, apakah bermasalah atau tidak. Termasuk kajian geologi, jangan sampai nanti tanahnya justru rawan pergeseran juga,” jelasnya.

Sementara itu, Pemkab Sukabumi memastikan masa status tanggap darurat bencana resmi berakhir pada hari ini dan tidak diperpanjang. Penanganan selanjutnya akan memasuki tahap transisi menuju pemulihan.

“Hari ini status tanggap darurat kita tutup. Setelah ini masuk ke tahap transisi pemulihan,” tegasnya.

Bantuan uang kontrakan bagi warga terdampak akan disalurkan melalui rekening masing-masing untuk menghindari potensi penyalahgunaan. Pemerintah menggandeng Bank BJB agar proses penyaluran berlangsung transparan dan tepat sasaran.

“Bantuan tidak diberikan secara tunai, tetapi ditransfer langsung ke rekening masing-masing melalui BJB. Saya juga sudah mengingatkan agar tidak ada calo atau pihak yang memanfaatkan situasi ini,” ungkapnya.

Ia bahkan mengusulkan agar pihak bank membuka layanan langsung di tingkat kecamatan guna memudahkan warga dalam proses pencairan bantuan tersebut.

 

Reporter: Juliansyah

Redaktur: Rapik Utama

Share :

Baca Juga

Kabar Daerah

Torehkan Sejarah di Sukabumi, Rektor UMMI Prof. Reny Sukmawani Resmi Sandang Gelar Guru Besar

Kabar Daerah

Masker Gratis Dibagikan Dampal Jurig, Dorong Warga Waspadai Debu Vulkanik

Kabar Daerah

Abu Vulkanik Ganggu Jalan di Sukabumi, Polisi Kerahkan Water Cannon untuk Bersihkan Debu

Kabar Daerah

Polsek Cibadak Bagikan 250 Masker Gratis di Tengah Sebaran Abu Vulkanik Krakatau ‎

Kabar Daerah

KKN Mandiri Universitas Nusa Putra Tuntas, Mahasiswa Tinggalkan Manfaat di Desa Kertaangsana

Kabar Daerah

Cegah Penyakit Sejak Dini, Puskesmas Jampangkulon Gelar Cek Kesehatan Gratis bagi ASN ‎

Kabar Daerah

PA GMNI Sukabumi Raya Bergolak! Dewex Sapta Anugerah Terpilih, Marhaenisme Ditantang Turun ke Jalan Perjuangan Rakyat 

Kabar Daerah

Miris! Ibu Gangguan Jiwa, Kakek Terbaring Sakit: Dua Bocah Miskin Bertahan di Rutilahu di Nagrak Sukabumi ‎