Home / Peristiwa

Selasa, 10 Maret 2026 - 16:59 WIB

BPBD Jabar Tunggu Kajian Penyebab Pergerakan Tanah Cijambe, Dugaan Lahan Gundul Muncul dan Zona Patahan Sesar Cimandiri 

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Jawa Barat, Teten A.ME bersama Kalak BPBD Sukabumi saat meninjau mahkota pergerakan tanah di Kampung Cijambe, Desa/ Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi / Foto: Istimewa 

MEDIAAKSARA.ID – Pergerakan tanah yang terjadi di Kampung Cijambe, Desa Bantargadung, Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi, mulai memunculkan berbagai dugaan penyebab. Salah satunya adalah kemungkinan penggundulan lahan di bagian lereng atas yang disebut-sebut warga memperparah kondisi tanah.

Namun hingga kini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat masih menunggu hasil kajian ilmiah sebelum menyimpulkan penyebab pasti bencana tersebut.

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Jawa Barat, Teten A.ME, mengatakan pihaknya telah beberapa kali menurunkan tim ke lokasi sejak status tanggap darurat diberlakukan.

“Kami menerima laporan dari BPBD Kabupaten Sukabumi bahwa memang terjadi pergerakan tanah di wilayah ini. Tim darurat sudah beberapa kali datang, dan hari ini kami kembali mengecek sejauh mana perkembangan pergerakannya,” ujar Teten kepada awak media usai meninjau lokasi, Selasa (10/3/2026).

Dari hasil pengecekan di lapangan, tim BPBD menemukan indikasi awal bahwa pergerakan tanah dipicu oleh infiltrasi air dari bagian atas lereng yang meresap ke dalam lapisan tanah.

Menurutnya, karakteristik tanah dan batuan di kawasan tersebut menyebabkan tanah mudah retak atau dalam istilah lokal disebut “ngareunteut” sebelum akhirnya bergerak turun.

“Prediksi awal kami ada pengaruh air dari atas yang meresap ke dalam tanah. Karakteristik tanah dan batuannya membuat lapisan tanah retak lalu bergerak turun,” jelasnya.

Pergerakan tanah ini kini mengancam permukiman warga. Data sementara BPBD mencatat sedikitnya sekitar 90 rumah berada di zona yang berdekatan dengan area longsoran.

Selain faktor curah hujan tinggi dan kondisi geologi, wilayah tersebut juga diketahui berada di jalur patahan aktif.

Kondisi terkini bencana pergerakan tanah di dua desa, yakni Desa Bantargadung dan Desa Bojonggaling, Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi./ Foto: Istimewa
Kondisi terkini bencana pergerakan tanah di dua desa, yakni Desa Bantargadung dan Desa Bojonggaling, Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi./ Foto: Istimewa

Berdasarkan deteksi awal melalui aplikasi InaRISK Personal, kawasan tersebut termasuk dalam wilayah yang dilintasi Sesar Cimandiri, salah satu zona patahan aktif di Jawa Barat.

“Artinya kawasan ini sebenarnya masuk zona merah. Namun masyarakat sudah lama tinggal di sini, sehingga pemerintah harus mencari solusi terbaik,” ungkap Teten.

Sementara itu, terkait dugaan warga mengenai penggundulan lahan atau pembalakan liar di bagian lereng atas, Teten mengakui adanya indikasi berkurangnya vegetasi, namun ia menegaskan penyebab pasti belum dapat disimpulkan.

“Saya melihat di atas memang ada tegakan pohon yang berkurang. Tapi kami belum bisa memastikan apakah itu penyebab utama, karena bisa saja beberapa faktor terjadi bersamaan,” katanya.

Ia menambahkan perubahan fungsi lahan memang dapat memengaruhi kecepatan air meresap ke dalam tanah maupun mengalir di permukaan. Namun dampaknya sangat bergantung pada karakteristik tanah dan struktur geologinya.

Untuk memastikan penyebab utama pergerakan tanah tersebut, BPBD Provinsi Jawa Barat telah berkoordinasi dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) yang dijadwalkan melakukan kajian langsung di lokasi.

Tim PVMBG nantinya akan meneliti kondisi litologi, karakteristik batuan, serta struktur tanah di kawasan tersebut.

“Kami sudah berkoordinasi dengan PVMBG. Kemungkinan besok mereka akan datang ke sini untuk melakukan kajian langsung sehingga hasilnya lebih lengkap dan pasti,” ujarnya.

Hasil kajian tersebut diharapkan dapat menjawab spekulasi yang berkembang di masyarakat sekaligus menjadi dasar bagi pemerintah dalam menentukan langkah penanganan, termasuk kemungkinan relokasi warga yang tinggal di zona rawan.

“Ini menjadi pekerjaan rumah kita bersama. Hasil kajian nanti akan kami laporkan kepada pimpinan untuk menentukan langkah penanganan yang paling tepat,” pungkasnya.

 

Reporter: Juliansyah

Redaktur: Rapik Utama

Share :

Baca Juga

Peristiwa

RT/RW Kota Sukabumi Mengamuk! P2RW Terancam Hilang, Wali Kota Diultimatum: Jangan Ingkar Janji Politik

Peristiwa

Kebakaran Madrasah di Tegalbuleud Sukabumi, Kebutuhan Pos Damkar Kembali Disorot

Peristiwa

Diduga Depresi Persiapan Nikah, Karyawan Alfa di Sukabumi Ditemukan Tewas Gantung Diri

Peristiwa

Rumah dan Traktor Ludes Terbakar di Sukabumi, Kerugian Capai Rp100 Juta

Peristiwa

Kios Makanan di Cikembar Sukabumi Terbakar, Diduga Akibat Ledakan Kompor Gas

Peristiwa

Nahas Balita 4 Tahun Tewas Tercebur Septic Tank di Sukabumi, TKP Terbuka Jadi Sorotan

Peristiwa

PAUD & Posyandu di Cibadak Ludes Dilalap Api, Kerugian Capai Rp50 Juta

Peristiwa

Laka Truk Bermuatan Sekam Terguling di Tanjakan Baeud, Jalur Ekstrem Jalan Nasional Kembali Makan Korban