Anak-anak SD di Desa Mekar Jaya, Warungkiara, Sukabumi, menyuarakan aspirasi soal jalan rusak yang membahayakan akses sekolah/ Foto: Istimewa
MEDIAAKSARA.ID – Sepasang kaki berdiri di atas jalan tanah yang rusak dan berlumpur. Di tangan mereka, selembar karton bertuliskan pesan sederhana: “Kami lebih butuh perbaikan jalan daripada MBG.” Potret itu menjadi suara jujur anak-anak sekolah dasar di Desa Mekar Jaya, Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.
Aksi spontan terjadi di ruas jalan yang menghubungkan Kampung Babakan hingga Ciaraksan, jalur vital yang juga melintasi Nangewer, Cihalu, Panarosan, dan Cikamplong. Bagi warga, jalan ini bukan sekadar akses penghubung antar kampung, melainkan satu-satunya jalur anak-anak menuju sekolah setiap hari.
Baca: https://mediaaksara.id/mubes-absolute-di-cipeuteuy-tata-kelola-diuji-lewat-praktik-bukan-retorika/
Sejumlah pelajar SD menyampaikan aspirasi secara simbolik dengan berdiri di jalan rusak sambil membawa pesan tertulis, meminta perhatian pemerintah terhadap kondisi infrastruktur yang selama bertahun-tahun tak kunjung diperbaiki.
Anak-anak sekolah dasar Desa Mekar Jaya bersama warga setempat yang selama ini merasakan langsung dampak buruk jalan Kampung Babakan–Ciaraksan, Desa Mekar Jaya.
Kondisi jalan yang rusak saat hujan, berdebu saat kemarau, sering menyebabkan anak-anak terpeleset dan terjatuh saat berangkat maupun pulang sekolah. Warga menilai, sebelum program lain berjalan optimal, kebutuhan dasar seperti akses jalan harus lebih dulu dipenuhi.
“Anak-anak ini tiap hari ke sekolah lewat jalan ini. Kalau hujan, mereka sering jatuh. Kami tidak menolak program pemerintah, kami hanya ingin jalan yang layak,” ujar salah seorang warga, Selasa (10/2/2026).
Aspirasi disampaikan secara damai dan simbolik melalui pesan tertulis yang dibawa anak-anak, yang kemudian viral dan memantik diskusi publik soal prioritas pembangunan.
Di sisi lain, pemerintah pusat tengah menggulirkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai upaya meningkatkan kualitas gizi dan kecerdasan anak. Program ini dinilai strategis untuk masa depan generasi muda. Namun realitas di lapangan menunjukkan bahwa persoalan infrastruktur dasar masih menjadi pekerjaan rumah besar.
Terpisah dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Kepala Desa Mekarjaya, Kecamatan Simpenan, Utom Bustomi, membenarkan jalan rusak yang viral di media sosial berada di Kampung Babakan–Ciaraksan, Desa Mekarjaya, Kecamatan Warungkiara, yang menghubungkan Desa Mekarasih, Kecamatan Simpenan.
Ia menjelaskan, status jalan merupakan kewenangan Pemerintah Kabupaten Sukabumi dan telah berulang kali diusulkan sejak dirinya menjabat, namun hingga kini belum ada kepastian perbaikan.
Reporter: Juliansyah
Redaktur: Rapik Utama







