MUBES ABSOLUTE 2026 di Cipeuteuy, Kabupaten Sukabumi / Foto: Istimewa
MEDIAAKSARA.ID – Musyawarah Besar (MUBES) ABSOLUTE yang digelar di Cipeuteuy, Kabupaten Sukabumi, Minggu (8/2/2026), menjadi ruang evaluasi dan transisi kepemimpinan dengan menekankan praktik tata kelola organisasi yang transparan dan partisipatif.
Forum musyawarah berlangsung tanpa panggung dominan. Peserta duduk melingkar sebagai simbol kesetaraan dan kepemilikan mandat kolektif. Agenda utama diawali dengan laporan pertanggungjawaban kepengurusan demisioner yang dibahas terbuka dan diterima secara mufakat.
Pimpinan sidang, Rahmat Hidayat atau Atwo Albarendi, menegaskan keberlanjutan ABSOLUTE tidak bergantung pada figur, melainkan pada proses dan komunikasi yang sehat antarstruktur organisasi.
Salah satu pembahasan krusial adalah penegasan aset organisasi, baik fisik maupun non-fisik, sebagai milik kolektif gerakan. Pengelolaannya harus transparan, diputuskan melalui musyawarah, serta dapat dipertanggungjawabkan kepada anggota.
Peserta MUBES, Asep M-Rhe, menekankan pentingnya konsistensi etika kepengurusan ke depan agar mandat organisasi dijalankan dengan tanggung gugat, baik secara internal maupun kepada jejaring mitra.
MUBES ditutup dengan mandat untuk menyusun mekanisme pengelolaan aset yang lebih jelas serta mempersiapkan pemilihan kepengurusan baru, menegaskan komitmen ABSOLUTE menjaga integritas dan keberlanjutan gerakan.
Sumber: @Sep M
Redaktur: Rapik Utama







