Petugas kepolisian dan UPTD Puskesmas Simpenan Sukabumi mengambil sample menu MBG berupa tahu yang diduga penyebab keracunan siswa dan guru, Rabu (28/01/2026) / Foto: Istimewa
MEDIAAKSARA.ID – Pogram Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menuai sorotan setelah sejumlah guru dan siswa di Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, diduga mengalami keracunan makanan usai mengonsumsi menu MBG berupa tahu.
Peristiwa terjadi pada Rabu, 28 Januari 2026, dan pengecekan korban dilakukan sekitar pukul 16.00 WIB di UPTD Puskesmas Simpenan, sebagaimana dilaporkan pihak kepolisian.
Kapolsek Simpenan AKP Bayu Sunarti Agustina menjelaskan, kejadian pertama berlangsung di SDN Bojong Kopo, Desa Loji. Sekolah menerima 356 porsi MBG dari SPPG Loji sekitar pukul 07.00 WIB.
Saat pengecekan menu oleh guru sekitar pukul 08.30 WIB, ditemukan tahu yang diduga berjamur. Pihak sekolah pun langsung menginstruksikan agar makanan tersebut tidak dikonsumsi oleh siswa. Namun, seorang guru bernama Tri Karsa Perba Rahayu mencoba tahu tersebut.
Tak lama berselang, sang guru mengalami pusing, mual, dan sesak napas, hingga akhirnya pada pukul 15.45 WIB dilarikan ke Puskesmas Simpenan untuk mendapatkan penanganan medis.
Selain guru, dua siswa kelas VI SDN Bojong Kopo, yakni Neng RM (12) dan Mustika MG (12), turut menjalani pemeriksaan kesehatan dengan keluhan serupa.
Masih waktu yang sama, kasus serupa juga terjadi di PAUD Al Hadi, Kampung Gunung Buleud, Desa Loji. Sekitar pukul 08.30 WIB, pihak sekolah menerima menu MBG dan kembali menemukan tahu yang diduga basi atau berjamur.
Seorang guru PAUD bernama Yuliani (28) mencoba makanan tersebut sebelum dibagikan kepada siswa. Beberapa saat kemudian, korban mengalami ujung lidah kebas, pusing, mual, hingga muntah, dan langsung dibawa ke Puskesmas Simpenan.
Secara keseluruhan, terdapat empat orang korban yang menjalani observasi medis dengan keluhan mual, pusing, dan sesak napas.
Kapolsek Simpenan menegaskan, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman untuk memastikan penyebab pasti dugaan keracunan tersebut. Kasus ini menjadi perhatian publik mengingat
Reporter: Juliansyah
Redaktur: Rapik Utama







