Tangkapan layar Gubernur Jabar Kang Dedi Mulyadi saat menanggapi keluhan warga terdampak bencana di wilayah Desa Cidadap, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi / Foto: Istimewa
MEDIAAKSARA.ID – Gubernur Jawa Barat Kang Dedi Mulyadi (KDM) menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam menuntaskan penanganan rumah warga terdampak banjir dan longsor di Babakan Cisarua RT 02/RW 15, Desa Cidadap, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi.
Bencana yang terjadi pada Desember 2024 silam itu kembali menjadi sorotan publik setelah beredarnya video di media sosial yang memperlihatkan kondisi rumah warga yang hingga kini belum menerima bantuan perbaikan maupun kompensasi.
Menanggapi hal tersebut, Dedi mengungkapkan fakta penting. Berdasarkan hasil pengecekan data di Pemprov Jawa Barat, usulan bantuan untuk sekitar 500 rumah terdampak bencana tersebut ternyata belum diajukan oleh Pemerintah Kabupaten Sukabumi ke tingkat provinsi.
“Saya sudah cek data. Bahwa pemerintah Kabupaten Sukabumi usulan terhadap 500 rumah yang terdampak bencana tahun 2024 bulan Desember, itu diusulkannya ke BNPB, bukan ke provinsi,” ujar Dedi melalui akun Facebook resminya, Jumat (9/1/2026).
Meski demikian, Dedi memastikan persoalan ini tidak akan dibiarkan berlarut-larut. Ia menyatakan akan segera meminta Bupati Sukabumi untuk mengajukan usulan resmi kepada Pemprov Jabar agar bantuan dapat diproses sesuai kewenangan daerah.
“Hari ini saya akan meminta Bupati Kabupaten Sukabumi untuk mengajukan usulan ke provinsi. Jadi, di Jawa Barat ini, kalau berbagai hal, pasti larinya ke gubernur,” tegasnya.
Menurut Dedi, begitu usulan resmi masuk, Pemprov Jabar akan langsung mengambil langkah konkret untuk membantu warga, khususnya mereka yang rumahnya mengalami rusak berat akibat banjir dan longsor.
“Kita akan segera selesaikan masalah itu, agar ada tindak lanjut terhadap 500 rumah yang rusak akibat banjir dan longsor Desember 2024,” tambahnya.
Sumber: @Sr1
Redaktur: Rapik Utama







