Gorong-gorong di Jalan Cienggang, Desa Gegerbitung, Sukabumi, kembali amblas meski baru diperbaiki./ Foto: Istimewa
MEDIAAKSARA.ID – Kerusakan gorong-gorong di ruas Jalan Cienggang, Desa Gegerbitung, Kecamatan Gegerbitung, Kabupaten Sukabumi, kembali dikeluhkan warga. Pasalnya, gorong-gorong yang berada di jalur tersebut baru saja diperbaiki oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Sukabumi, namun kembali amblas dalam waktu singkat.
Kerusakan diduga kuat disebabkan oleh aktivitas kendaraan proyek bertonase berat yang kerap melintas di jalur tersebut. Kondisi ini semakin diperparah oleh curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Sukabumi.
Berdasarkan pantauan di lapangan, lubang pada gorong-gorong terbilang cukup dalam dan membahayakan pengguna jalan, terutama pengendara roda dua. Sebagai langkah antisipasi, warga sekitar menandai lokasi kerusakan dengan menancapkan pohon pisang agar pengendara lebih waspada dan terhindar dari kecelakaan.
“Kami sengaja menandainya karena khawatir terjadi kecelakaan yang bisa menelan korban jiwa,” ujar tokoh masyarakat setempat, Ahmad Kusoy, Minggu (11/1/2026).
Menurut Kusoy, kerusakan gorong-gorong telah menyebabkan empat kali kecelakaan yang dialami pengendara sepeda motor. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kerugian materi cukup besar akibat kerusakan kendaraan.
“Sudah ada empat pengendara motor yang celaka. Alhamdulillah pengendaranya selamat, tapi motornya rusak parah,” tambahnya.
Selain membahayakan lalu lintas, gorong-gorong yang rusak juga menyebabkan genangan air karena saluran drainase tersumbat. Kondisi ini berdampak langsung pada permukiman warga di sekitar jalan.
Kusoy menuturkan telah menyampaikan laporan kepada pemerintah desa dan berharap segera diteruskan ke instansi terkait.
“Kami berharap gorong-gorong saluran air di ruas Jalan Cienggang Gegerbitung ini segera diperbaiki agar tidak terus memakan korban,” tandasnya.
Baca: https://mediaaksara.id/jalan-kabupaten-di-gunungguruh-longsor-akses-warga-terancam-terputus/
Sementara itu, Kepala Desa Gegerbitung, Dedi Saepulrohman, membenarkan pihaknya telah menindaklanjuti keluhan warga dan berkoordinasi dengan Dinas PU Kabupaten Sukabumi.
“Kami tidak menyalahkan Dinas PU. Kerusakan kembali terjadi karena jalan ini sering dilalui kendaraan tronton proyek bermuatan puluhan ton sehingga kembali amblas,” jelasnya.
Terkait aksi warga menanam pohon pisang, Dedi menilai hal tersebut sebagai bentuk kepedulian masyarakat terhadap keselamatan bersama.
“Itu inisiatif spontan warga. Aspirasi masyarakat adalah hak publik, apalagi menyangkut pelayanan umum dan keselamatan,” ungkapnya.
Meski demikian, Pemerintah Desa Gegerbitung memastikan akan terus mengawal laporan tersebut agar penanganan permanen dapat segera dilakukan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Sukabumi.
Sumber: @Prima
Redaktur: Rapik Utama







