Home / Pemerintahan

Kamis, 8 Januari 2026 - 12:00 WIB

Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak di Kota Sukabumi Turun Sepanjang 2025, Ini Jumlah & Strategi PPA

Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak DP2KBP3A Kota Sukabumi, Ineu Nuraeni / Foto: Istimewa 

MEDIAAKSARA.ID – Upaya Pemerintah Kota Sukabumi menekan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak menunjukkan hasil baik. Sepanjang tahun 2025, jumlah kasus yang ditangani melalui UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.

Berdasarkan data penanganan kasus hingga 30 Desember 2025, tercatat sebanyak 112 layanan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kota Sukabumi. Dari jumlah tersebut, 46 kasus merupakan layanan bagi perempuan dewasa dengan jumlah korban sebanyak 46 orang. Sementara itu, layanan untuk anak tercatat 66 kasus dengan total korban mencapai 74 anak.

Untuk kasus kekerasan seksual, sepanjang 2025 tercatat sebanyak 27 kasus, terdiri dari 7 kasus terhadap perempuan dewasa dan 20 kasus terhadap anak. Secara keseluruhan, jumlah tersebut lebih rendah dibandingkan capaian tahun 2024.

Baca: https://mediaaksara.id/219-korban-kekerasan-anak-perempuan-terdata-di-sukabumi-tangis-ibu-korban-anak-pecah-minta-keadilan-ke-bupati-dan-kdm/

Sebagai perbandingan, pada tahun 2024 UPTD PPA mencatat 127 layanan kasus, yang terdiri dari 55 layanan perempuan dengan 55 korban, serta 72 layanan anak dengan total korban mencapai 83 anak. Sementara kasus kekerasan seksual pada 2024 tercatat sebanyak 16 kasus.

Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak DP2KBP3A Kota Sukabumi, Ineu Nuraeni, menjelaskan penurunan angka kasus ini merupakan hasil dari berbagai program pencegahan yang dijalankan secara berkelanjutan. Hal tersebut disampaikannya saat dikonfirmasi melalui seluler, Kamis (8/2/1/2026).

Baca: https://mediaaksara.id/pernah-dibully-kini-trauma-jejak-kasus-dugaan-kekerasan-anak-di-sukabumi-keluarga-terduga-pelaku-sempat-datangi-ibu-korban/

“Sejumlah program telah kami laksanakan, di antaranya sosialisasi pencegahan dan penanganan kekerasan terhadap anak di sekolah-sekolah, pembinaan melalui Forum Anak Kota Sukabumi, serta program PePeLing (Perlindungan Perempuan dan Anak Keliling),” ujar Ineu.

Selain program pencegahan, DP2KBP3A juga menyediakan layanan pendampingan dan pengaduan melalui UPTD PPA, serta PUSPAGA SAMARADA (Pusat Pembelajaran Keluarga) yang berfungsi sebagai sarana edukasi, konsultasi, dan penguatan peran keluarga.

Pemerintah Kota Sukabumi berharap kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan lembaga terkait dapat terus diperkuat guna menciptakan lingkungan yang aman, ramah, dan bebas kekerasan bagi perempuan dan anak.

 

Reporter: Ronald Alexsander

Redaksi : Rapik Utama

Share :

Baca Juga

Pemerintahan

‎Ironi Kelistrikan Nasional, Hampir 70 Rumah Warga di Cibadak Sukabumi Belum Teraliri Listrik

Pemerintahan

BSPS 2026 Sasar 200 Rumah di Sukabumi, Tambahan 100 Unit Dikawal Ribka Tjiptaning untuk 2027

Pemerintahan

Pemprov Jabar KDM Wajibkan Desa Buka APBDes 2026, Warga Bisa Awasi Anggaran Lewat Media Sosial

Pemerintahan

Hari Santri 2026: Santri Sukabumi Didorong Kuasai Teknologi dan Aktif Bangun Daerah

Pemerintahan

Data BPS: Pengangguran Sukabumi 110 Ribu, Disnaker Genjot Pelatihan dan Kewirausahaan

Pemerintahan

DPRD Sukabumi Soroti Penegakan Reforma Agraria, Hak Petani atas LPRA di Lahan Eks PTPN Harus Dilindungi

Pemerintahan

Dua Pekan 1.300 Siswa di Sukabumi Tak Terima MBG, SPPG di Nagrak Ungkap Kendala Data BGN

Pemerintahan

Tegas! Dikeluhkan Warga Perum karena Bau Menyengat, Peternakan Ayam di Nagrak Disegel Satpol PP Sukabumi ‎