Kabag Ops Polres Sukabumi, Kompol Dedi Suyadi diwawancara awak media di area Lapas kelas II Warungkiara / Foto: Istimewa
MEDIAAKSARA.ID – Potensi kerawanan di Lapas Kelas IIA Warungkiara membuat Polres Sukabumi bergerak cepat. Selebaran aksi (flyer) yang sejak semalam beredar luas di media sosial langsung memicu langkah pengamanan berlapis, meski tidak ada satu pun pemberitahuan resmi dari pihak penggagas aksi.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, tiga aliansi yang tercantum dalam selebaran KOALISI, GMKG, dan Aliansi Rakyat menyatakan batal melakukan orasi di Lapas Kelas IIA Warungkiara. Sebelumnya, mereka dijadwalkan menyampaikan aspirasi pada Kamis, 11 Desember 2025, dengan estimasi massa sekitar 300 orang.
Kabag Ops Polres Sukabumi, Kompol Dedi Suyadi, menegaskan pihaknya tidak menunggu aksi benar-benar terjadi untuk mengambil langkah. Beredarnya poster ajakan aksi saja sudah cukup menjadi dasar penurunan personel.
“Pengamanan ini kita turunkan karena ada player yang beredar di media sosial terkait rencana aksi di Lapas Warungkiara. Kita respon sebagai pelayanan kepada masyarakat yang ingin menyampaikan aspirasi,” tegasnya.
Ia menjelaskan Polres Sukabumi menerapkan pola pengamanan dua kali lipat dari jumlah massa yang tertera di selebaran untuk memastikan situasi tetap kondusif. Jika selebaran mencantumkan 30 orang, maka minimal 60 personel disiagakan.
“Kita merespon sesuai apa yang tertera di player itu. Kalau player (pendemo) 30 orang, kita dua kali lipatkan personel yang berjaga,” ungkapnya.
Namun dinamika di lapangan berubah cepat. Laporan terakhir dari Intelkam Polres Sukabumi menyatakan aksi dari tiga aliansi tersebut dibatalkan. Hasil konfirmasi kepada pihak penyebar selebaran menguatkan bahwa kegiatan hari ini tidak jadi digelar.
“Informasi dari Intel, setelah dikonfirmasi ke yang bersangkutan, aksi hari ini dibatalkan,” jelas Kompol Dedi.
Ia menambahÂkan hingga saat ini tidak ada pemberitahuan resmi apa pun yang dilayangkan ke Polres Sukabumi. Padahal, sesuai aturan, pemberitahuan minimal harus disampaikan tiga hari sebelum aksi.
“Betul, tidak ada pemberitahuan kepada kami. Seyogyanya ada pemberitahuan ke Unit Intel minimal tiga hari sebelumnya agar kami dapat mempersiapkan vloting kekuatan personel,” tuturÂnya.
Meski aksi batal, Polres Sukabumi tetap menyiagakan personel di sekitar Lapas Warungkiara sebagai langkah antisipasi mencegah potensi kerawanan.
“Tetap kita siagakan personel. Karena keamanan dan ketertiban masyarakat tetap menjadi prioritas kami,” tutup Kompol Dedi Suyadi.
Reporter: Juliansyah
Redaktur: Rapik Utama







