Penampakan dampak cuaca ekstrem di rilis BPBD Kabupaten Sukabumi / Foto: Istimewa
MEDIAAKSARA.ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi mencatat sedikitnya 19 kejadian bencana dalam dua hari terakhir akibat hujan deras berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah setempat. Data tersebut disampaikan Manager Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna, pada Jumat (5/12/2025) pukul 19.40 WIB.
Daeng Sutisna menjelaskan mayoritas kejadian merupakan tanah longsor yang tersebar di sedikitnya 15 lokasi, mulai dari Kecamatan Nagrak, Ciemas, Parakansalak, Sagaranten, Gunungguruh, Cisolok, hingga Bantargadung.
Sejumlah longsor tersebut menyebabkan berbagai kerusakan, seperti dinding rumah jebol di Kp. Sinagar, Desa Nagrak Utara, pondasi dan sayap Jembatan Citiis roboh, serta akses jalan desa terputus di Kp. Sangkali, Sukatani, dan Kp. Citungge. Material longsor juga menutup jalan kabupaten di Kp. Linggarjati, Desa Caringin. Meski kerusakan cukup luas, Daeng menegaskan tidak ada korban jiwa maupun luka.
Selain longsor, beberapa titik juga dilanda banjir, di antaranya:
11 KK (35 jiwa) di Kp. Cibencoy, Desa Mangkalaya
4 rumah di Kp. Ciwaru Girang, Desa Loji
3 rumah di Desa Cibentang
1 rumah di Kp. Selaawi Kulon, Warnasari
Daeng mengatakan banjir disebabkan penyempitan saluran air serta luapan sungai setelah hujan deras.
Sementara itu, satu kejadian cuaca ekstrem tercatat di Kp. Bojongkopo, Desa Loji, ketika pohon dan tiang listrik tumbang menimpa Jalan Nasional Bagbagan–Kiaradua. Arus lalu lintas sempat tersendat, namun petugas PLN berhasil mengevakuasi material dan kondisi kembali normal pada pukul 16.00 WIB.
Beberapa kejadian yang mendapat perhatian khusus di antaranya pergerakan tanah di Kp. Cibodas, Desa Cisarua, yang menyebabkan lantai, pondasi, dinding dan atap rumah warga retak. Kemudian longsor besar di Desa Mekarasih yang menutup ruas Jalan Bagbagan–Mekarasih dengan material setinggi dua meter, serta sayap jembatan ambruk di Desa Cibitung hingga akses dua kampung terputus total.
Mewakili Kepala Pelaksana BPBD, ia menambahkan seluruh kejadian telah ditangani melalui koordinasi cepat antara BPBD, perangkat desa, dan P2BK kecamatan melalui pembersihan manual maupun pemantauan lanjutan untuk mengantisipasi bencana susulan.
Ia mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dengan menghindari bantaran sungai dan tebing terjal, segera melaporkan tanda-tanda pergerakan tanah, dan meninggalkan rumah sementara apabila bagian bangunan menunjukkan retakan.
Reporter: Juliansyah
Redaktur: Rapik Utama







