GOR Gerbang Mapak Jampangkulon dan surat perjanjian kerja sama pemanfaatan Gelanggang Olahraga (GOR) yang ditandatangani Kadisbudpora dan Ketua YFSBBP / Foto: Istimewa
MEDIAAKSARA.ID – Ketua Umum Yayasan Forum Silaturahmi Barisan Benteng Pajampangan (YFSBBP), Isep Dadang Sukmana, menyampaikan kekecewaannya terhadap Dinas Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disbudpora) Kabupaten Sukabumi. Ia menyesalkan ketidakjelasan komitmen dari pihak Disbudpora dalam pelaksanaan surat perjanjian kerja sama terkait pemanfaatan Gelanggang Olahraga (GOR) Gerbang Mapak Jampangkulon.
Surat Perjanjian kerja sama tersebut tercantum dalam surat nomor 00025/73/Sekre/2025, ditandatangani antara Isep Dadang Sukmana dan Yudi Mulyadi, Kepala Disbudpora Sukabumi, berlaku dari Januari hingga Desember 2025. Namun hingga kini, pengelolaan GOR belum juga diberikan secara jelas, bahkan akses kunci GOR masih berada di tangan pihak lain.
“Saya kecewa dan merasa dibohongi. Saya hanya ingin membantu menyelamatkan aset daerah agar GOR bisa bermanfaat bagi masyarakat, tapi justru dibikin rumit,” ujar Isep kepada awak media, pada Senin (23/6/2025).
Ia menceritakan kronologi awalnya dirinya tidak mengajukan permohonan atau proposal untuk mengelola GOR, namun mendapat tawaran dari salah satu pegawai Disbudpora bernama IS. Lalu, saat ditanya siapa pengelola GOR saat ini, Ia mengaku tidak mengetahui secara pasti dan menyebut bahwa selama tiga tahun tidak ada setoran ke dinas.

Setelah melalui proses tawar-menawar, disepakati nilai pengelolaan sebesar Rp 3 juta per tahun, dari permintaan awal Rp 7 juta. Kesepakatan tersebut bahkan sudah ditandatangani resmi di atas materai oleh kedua belah pihak.
Namun, saat Isep hendak meminta kunci GOR, terjadi ketegangan dengan pihak yang saat ini masih memegang kendali. Ia pun mempertanyakan kejelasan nasib perjanjian tersebut kepada pejabat Disbudpora dalam pertemuan di GOR Serbaguna, namun belum juga mendapatkan kejelasan.
“Saya diminta tandatangan di atas materai, tapi sampai sekarang belum juga bisa akses GOR. Saya merasa dipermainkan. Kalau memang tidak bisa, bilang saja dari awal,” tegas Isep.
Ia mengaku semakin tidak percaya dengan sikap sejumlah oknum pejabat yang menurutnya justru membodohi dan membohongi pihak yayasan.
Sementara itu, hingga berita diturunkan, Kepala Disbudpora Kabupaten Sukabumi, Yudi Mulyadi, kepada MediaAksara belum memberikan tanggapan meskipun telah dihubungi melalui seluler.
Terpisah, Kadisbudpora diwawancara awak media secara langsung pada Senin (23/6/2025), Yudi terkesan acuh, hanya mengatakan singkat, “Intinya situasi yang belum memungkinkan untuk kerja sama. Sudah disampaikan, keputusannya sudah itu saja,” tukasnya dikediaman Ketua Umum Yayasan Forum Silaturahmi Barisan Benteng Pajampangan (YFSBBP) di Jampangkulon.
Koresponden: Sdv@
Redaktur: Rapik Utama







