Sekretaris daerah Kabupaten Sukabumi bersama Muspika dan Kepala Desa saat meninju warga terdampak bencana di hunian sementara di wilayah Desa Bumisari, Kecamatan Cikidang pada 9 Desember 2024 / Foto: Istimewa
MEDIAAKSARA.ID – Puluhan warga di tiga desa di Kecamatan Cikidang, Kabupaten Sukabumi, masih menanti realisasi bantuan pembangunan rumah pasca bencana pergeseran tanah yang terjadi di Kampung Lio, Desa Bumisari, pada Desember 2024 lalu. Hingga pertengahan Juni 2025, proses relokasi masih dalam tahap verifikasi oleh tim enumerator Kabupaten Sukabumi.
Camat Cikidang, Hasanudin, menjelaskan total rumah warga yang diajukan pembangunan mencapai 14 unit, terdiri dari 9 rumah di Desa Bumisari, 4 rumah di Desa Sampora, dan 1 rumah di Desa Cijambe.
Baca: https://mediaaksara.id/muscab-v-apdesi-sukabumi-siap-digelar-siapkan-pemimpin-baru-desa/
“Perkembangan proses ajuan saat ini sudah dilakukan pengecekan oleh tim enumerator kabupaten. Harapannya, masyarakat ingin segera ada realisasi relokasi warga terdampak bencana,” ujarnya saat dihubungi melalui sambungan seluler, Kamis (19/6/2025).
Terpisah, Kepala Desa Bumisari, Sholihudin, kepada MediaAksara menyampaikan para korban sudah menunggu kejelasan relokasi selama hampir lima bulan. Saat ini, warga terdampak masih bertahan di Hunian Sementara (Huntara).
“Soal rencana relokasi memang sangat dinantikan, terutama oleh para korban warga kampung Lio, yang sudah terlalu lama menunggu. Minimal ada progres, walaupun kita tahu wilayah bencana tersebar di banyak tempat di kabupaten Sukabumi,” ungkapnya di Kantor DPC APDESI Kabupaten Sukabumi.
Sholihudin berharap Pemerintah Daerah dapat segera merilis progres relokasi bagi desa-desa terdampak. Terkait rencana bantuan pembangunan rumah senilai Rp20 juta per unit dari Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim), pihaknya meminta agar realisasinya bisa segera dilakukan.
“Karena kondisi saat ini memang sangat mendesak. Masyarakat sangat bergantung pada pemerintah desa sebagai jembatan bantuan dari pemerintah daerah maupun pusat,” tegasnya.
Reporter : Yadi
Redaktur : Rapik Utama







