Forkopimcam Bantargadung, Kabupaten Sukabumi saat meninjau lokasi jalan dan jembatan rusak di wilayah Desa Bantargadung/ Foto: Istimewa
MEDIAAKSARA.ID – Sebuah video di media sosial memperlihatkan kondisi memilukan warga Kampung Cibening, Desa Bantargadung, Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi, yang harus menggotong orang sakit menggunakan tandu tradisional menyusuri jalan berbatu dan terjal. Peristiwa ini kembali membuka persoalan serius soal keterbatasan akses jalan desa yang berdampak langsung pada keselamatan dan layanan dasar warga.
Dalam video, terdengar keluhan warga berbahasa Sunda yang menggambarkan sulitnya kondisi akses jalan.
“Setiap aya anu gering, aya anu maot di gotong selalu. Ieu jalan model kieu, rek dibawa motor jalanna ripuh,” yang berarti, setiap ada warga sakit atau meninggal dunia, selalu harus ditandu karena jalan tidak bisa dilalui kendaraan.
Baca: https://mediaaksara.id/ukw-pwi-bandung-pecahkan-rekor-90-persen-wartawan-lulus-ini-pesan-pentingnya/
Menanggapi viralnya video tersebut, Kepala Desa Bantargadung Uus Amirulloh menjelaskan persoalan jalan Kampung Cibening telah dibahas melalui musyawarah bersama pihak kecamatan.
Ia menyebutkan, warga dihadapkan pada dua pilihan prioritas, yakni pembangunan jembatan atau perbaikan jalan.
“Waktu itu hasil kesepakatan warga memilih pembangunan rabat beton jalan terlebih dahulu, meskipun kondisi dana desa sudah tidak tersedia,” ujarnya saat dihubungi melalui sambungan seluler, Minggu (15/2/2026).
Uus menambahkan, untuk pembangunan jembatan, pihak desa telah mengajukan usulan melalui program Bakti TNI.
“Jembatan sudah saya ajukan dan sudah masuk daftar. Mudah-mudahan bisa segera direalisasikan,” imbuhnya.
Sementara itu, Camat Bantargadung Syarifuddin Rahmat menyampaikan pihak kecamatan telah berupaya mengawal persoalan tersebut hingga ke tingkat kabupaten dan provinsi.
Ia menjelaskan Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Barat sebelumnya telah melakukan survei lokasi setelah penanganan jembatan rusak di ruas jalan Kampung Cibening. Selain itu, usulan perbaikan jalan juga telah disampaikan dalam Musrenbang Kecamatan kepada BAPPERIDA dan tim kabupaten.
“Kami mendorong agar persoalan ini dapat diinput melalui skema Bankeu atau Banprov tahun 2026 sebagai solusi penyelesaian jalan desa,” jelasnya.
Namun, Syarifuddin mengungkapkan usulan pembangunan melalui program Jalan Lingkungan Disperkim ditolak dalam sistem SIPD. Sementara itu, informasi dari DPMD menyebutkan pembangunan jalan desa oleh Gubernur Jawa Barat belum pasti.
“Semoga DPMD Kabupaten Sukabumi bisa membantu mencarikan solusi, karena ini menyangkut kebutuhan dasar dan keselamatan warga,” pungkasnya.
Peristiwa ini menjadi potret nyata ketimpangan pembangunan infrastruktur desa yang masih dirasakan masyarakat pelosok. Jalan yang tak layak tidak hanya menghambat mobilitas ekonomi, tetapi juga mempertaruhkan nyawa warga saat kondisi darurat medis. Viral-nya video ini diharapkan menjadi alarm bagi seluruh pemangku kebijakan agar percepatan pembangunan akses jalan desa segera direalisasikan.
Reporter: Juliansyah
Redaktur: Rapik Utama







