Sinergitas Forkopimcam Cidahu Sukabumi bersama unsur pendidikan melakukan kerja bakti membersihkan tumpukan sampah di saluran air / Foto: Istimewa
CIDAHU, SUKABUMI, MEDIAAKSARA.ID – Video tumpukan sampah yang menggunung di Desa Pondokaso Tonggoh, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi, viral di TikTok. Kondisi memprihatinkan ini memicu sorotan setelah sampah rumah tangga dan plastik terlihat menutupi saluran air hingga meluber ke badan jalan.
Dalam video yang diunggah akun konten kreator, perekam mengeluhkan kondisi lingkungan yang kerap terdampak banjir saat hujan akibat saluran drainase tersumbat sampah. Ia juga meminta pemerintah desa dan kecamatan segera menghadirkan solusi konkret.
Padahal, spanduk larangan membuang sampah telah terpasang di lokasi. Namun, tumpukan sampah masih terlihat, menimbulkan bau tidak sedap dan mengganggu kebersihan lingkungan.
Menanggapi video viral tumpukan sampah, Camat Cidahu Lenni Nurliah yang akrab disapa Ambu mengatakan, pemerintah kecamatan bersama sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), PGRI, Pramuka, relawan, Forum Cidahu Bersatu, Polsek, dan Koramil telah berulang kali melakukan aksi pembersihan.
BACA JUGA :
Pemerintah Sepakati PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu Mulai 2027, Ini Rinciannya
Menurutnya, kegiatan bersih-bersih terakhir dilakukan sekitar dua bulan lalu. Namun, sampah kembali menumpuk karena masih ada warga yang membuang sampah sembarangan.
”Penanganan sampah ini bukan tidak pernah dilakukan. Sudah rutin ditangani dan masyarakat juga terus diedukasi. Namun, masih ada warga yang membuang sampah sembarangan ke sungai,” ujarnya, Sabtu (8/11/2026).
Ambu mengakui persoalan tersebut merupakan masalah lama yang belum terselesaikan. Karena itu, penanganan tidak cukup hanya melalui kegiatan pembersihan, tetapi harus disertai perubahan perilaku masyarakat.
Ia juga menyebut pihak kecamatan telah berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sukabumi untuk menggelar penyuluhan dan kampanye penanggulangan sampah.
BACA JUGA :
BARA Desak Pemkab Sukabumi Perketat Pengawasan dan Uji Kelayakan Dapur SPPG
Sebagai tindak lanjut, pemerintah kecamatan sudah berencana kembali menggelar aksi bersih-bersih pada Minggu (8/11) dengan mengutamakan keterlibatan masyarakat.
Ambu juga mengaku terbantu dengan viralnya video tersebut karena persoalan sampah kembali mendapat perhatian publik. Ia berharap warga ikut bersama berpartisipasi dan tidak lagi menjadikan sungai maupun saluran air sebagai tempat pembuangan sampah.
Persoalan sampah di Cidahu menjadi pengingat bahwa menjaga kebersihan lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Masyarakat juga memiliki peran penting melalui kebiasaan membuang sampah pada tempatnya, memilah sampah rumah tangga, dan menjaga saluran drainase tetap bersih.
Tanpa perubahan perilaku dan partisipasi warga, aksi bersih-bersih berisiko hanya menjadi solusi sementara. Sampah yang kembali menumpuk dapat memperburuk pencemaran lingkungan sekaligus meningkatkan risiko genangan dan banjir saat hujan.
Reporter : M. Afnan
Redaktur : Rapik Utama







