Hari Anak Nasional 2026, Bupati Sukabumi Asep Japar meminta seluruh OPD dan aparat siap siaga melindungi anak dari kekerasan dan narkoba / Foto: MediaAksara
SUKABUMI, MEDIAAKSARA.ID — Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 di Kabupaten Sukabumi tidak sekadar menjadi seremoni. Pemerintah daerah menegaskan pentingnya memperkuat perlindungan anak di tengah masih adanya kasus kekerasan yang mengancam masa depan generasi penerus.
Peringatan HAN yang digelar Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Sukabumi di Pendopo, Senin (14/9/2026), mengusung tema “Sayangi Anak, Lindungi Masa Depan.”
Kegiatan dihadiri Bupati Sukabumi Asep Japar, Ketua TP PKK, Sekretaris Daerah, Kepala DP3A, sejumlah perangkat daerah, serta Forum Anak Kabupaten Sukabumi.
Usai kegiatan, Bupati Sukabumi Asep Japar kepada awak media mengatakan Hari Anak Nasional harus menjadi momentum memperkuat komitmen seluruh pihak dalam memastikan anak tumbuh, belajar, dan berkembang dalam lingkungan yang aman.
Baca Juga :
Rotasi Besar Polres Sukabumi Kota: Wakapolres, Kasat hingga Kapolsek Berganti
”Anak-anak merupakan generasi penerus bangsa. Mereka yang saat ini menempuh pendidikan adalah harapan negara melanjutkan pembangunan dan membawa bangsa ini ke arah yang lebih baik,” kata Asep Japar kepada MediaAksara.
Menurutnya, perlindungan anak tidak dapat dibebankan hanya kepada satu dinas. Seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), aparat penegak hukum (APH), keluarga, sekolah, hingga masyarakat harus mengambil peran.
”Seluruh OPD harus bersama-sama merawat, melindungi, dan memenuhi hak-hak anak,” tegasnya dihadapan Kepala DP3A.
Perhatian pemerintah daerah semakin penting karena persoalan kekerasan terhadap anak masih menjadi pekerjaan rumah.
Baca Juga :
Bupati disinggung awak media berdasarkan data tahun 2025, terdapat kurang lebih 200 anak yang terindikasi menjadi korban kekerasan seksual maupun kekerasan fisik.

Data tersebut, menurutnya, harus menjadi peringatan agar sistem perlindungan anak diperkuat. Terlebih, ancaman terhadap anak tidak hanya muncul di lingkungan sekolah, tetapi juga di tengah masyarakat.
”Kekerasan fisik, kekerasan seksual, hingga penyalahgunaan obat-obatan terlarang terhadap anak merupakan persoalan yang harus kita hadapi bersama,” ujarnya.
Pemerintah daerah, kata Asep, tidak boleh menunggu persoalan terjadi baru kemudian bertindak. Upaya pencegahan dan pengawasan harus diperkuat agar anak-anak tidak menjadi korban.
Baca Juga :
Selain mencegah kasus baru, pemerintah juga menekankan pentingnya pemulihan bagi anak yang telah menjadi korban.
Asep berharap anak-anak yang mengalami kekerasan mendapatkan pendampingan dan pemenuhan hak secara menyeluruh sehingga dapat kembali menjalani kehidupan secara normal.
”Harapannya, hak-hak anak yang menjadi korban dapat dipulihkan sehingga mereka bisa kembali menjalani kehidupan secara normal,” katanya.
Ia menegaskan, berbagai kasus yang terjadi pada tahun-tahun sebelumnya harus menjadi bahan evaluasi. Pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan diminta tidak membiarkan kasus serupa kembali berulang.
”Jangan sampai kecolongan kejadian yang sudah terjadi kembali terulang. Kita harus belajar dari pengalaman sebelumnya,” ujarnya.
Baca Juga :
Bukan Sekadar Lapak Buku! Poster Demokrasi ‘Prabowo dan Asep Japar’ Hiasi Mastaka UMMI 2026
Pesan Bupati menjadi penekanan penting dalam peringatan Hari Anak Nasional tahun ini. Menurut Asep, pemerintah daerah dan aparat harus memiliki kesiapsiagaan menghadapi berbagai persoalan yang berpotensi mengancam keselamatan anak.
”Anak-anak harus betul-betul dijaga dan dilindungi. Pemerintah daerah dan aparat harus siap siaga menghadapi berbagai persoalan yang dapat mengancam keselamatan dan masa depan anak,” tegasnya.
Asep juga mengingatkan agar anak-anak tidak kehilangan masa depan akibat kekerasan maupun penyalahgunaan obat-obatan terlarang.
”Jangan sampai anak-anak kita kehilangan masa depan. Perlindungan anak adalah tanggung jawab bersama, termasuk keluarga,”pungkasnya.
Reporter : @Sr1
Redaktur: Rapik Utama







