Petugas Polsek Parakansalak melakukan olah TKP di Pondok Pesantren Almuhajirin, Desa Sukatani, Kecamatan Parakansalak, Kabupaten Sukabumi/ Foto: Istimewa
MEDIAAKSARA.ID — Tragedi memilukan terjadi di Pondok Pesantren Almuhajirin, Desa Sukatani, Kecamatan Parakansalak, Kabupaten Sukabumi. Seorang santri berusia 14 tahun ‘MAA’ meninggal dunia setelah terjatuh dari lantai dua kobong, Minggu (19/4/2026) sore.
Peristiwa terjadi di Kampung Cikadutonggoh. Korban diduga jatuh dari ketinggian sekitar 3,8 meter saat berusaha melarikan diri melalui jendela dalam kondisi panik.
Informasi yang dihimpun, kejadian bermula saat korban bersama sejumlah temannya singgah di kobong santri lain. Situasi mendadak berubah ketika pintu diketuk dari luar dan mereka mengira pengasuh pesantren datang.
Dalam kepanikan, korban bersama satu rekannya mencoba kabur lewat jendela. Namun pijakan asbes yang rapuh ambruk, membuat keduanya terjatuh. Satu santri selamat dengan luka, sementara ‘MAA’ diduga mengalami benturan keras di kepala hingga akhirnya meninggal dunia.
Petugas kepolisian dari Polsek Parakansalak langsung melakukan olah TKP dan memeriksa sejumlah saksi. Hingga kini, keluarga korban belum mengizinkan autopsi dan masih menunggu kejelasan dari pihak terkait.
Jenazah korban rencananya dimakamkan di Kampung Pakuwon, Desa Bojonglongok.
Reporter: Juliansyah
Redaktur: Rapik Utama







