Warga bersama Pemdes Kebonpedes gotong royong merobohkan tiga lokal kelas SDN Gunungbatu pada Minggu (19/10)/ Foto: Istimewa
MEDIAAKSARA.ID – Gotong royong terlihat di halaman SDN Gunungbatu, Kampung Gunungbatu, Desa Kebonpedes, Kecamatan Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi, pada Minggu (19/10). Puluhan warga bersama Kepala Desa Kebonpedes, Dadan Apriandani, bahu-membahu membongkar tiga ruang kelas yang kondisinya rusak berat dan nyaris ambruk.
Kendati panas terik matahari pagi, warga tampak kompak menurunkan genteng satu per satu, sementara lainnya mengangkut kayu dan puing-puing bangunan. Aksi sosial ini merupakan inisiatif Kepala Desa Kebonpedes sebagai langkah antisipasi agar bangunan sekolah tua tidak membahayakan para siswa.
“Kami sepakat membongkar tiga lokal kelas yang rusak parah. Takutnya nanti roboh dan membahayakan anak-anak. Jadi sebelum ada korban, kami bergerak bersama warga,” ujar Kepala Desa Kebonpedes, Dadan Apriandani.
Tiga ruang kelas yang dibongkar merupakan kelas IV, V, dan VI dengan kondisi atap miring serta struktur bangunan yang sudah lapuk dimakan usia. Keputusan pembongkaran dilakukan setelah hasil musyawarah bersama kepala sekolah, komite, dan orangtua siswa.

Di tengah upaya swadaya tersebut, kabar baik datang beberapa waktu lalu. Pemerintah desa mendapat informasi bahwa tiga ruang kelas tersebut akan segera dibangun ulang melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) dari Yayasan Sehati.
“Alhamdulillah, dua minggu lalu kami dapat kabar gembira. Insya Allah, program CSR melalui relawan Sehati akan membantu pembangunan tiga lokal baru ini pada akhir Oktober 2025,” kata Dadan.
Suasana gotong royong di lokasi pun terasa hangat. Warga dari berbagai usia ikut turun tangan dalam proses pembongkaran.
“Kami senang bisa ikut membantu. Sekolah ini tempat anak-anak kami belajar, jadi sudah sepantasnya kami turut menjaga,’ ujar Agus Sugianto, Ketua RT 02/RW 04 yang juga orangtua siswa SDN Gunungbatu.
Menurut Agus, gerakan bersama yang dipimpin Kepala Desa Kebonpedes menjadi simbol nyata kepedulian masyarakat terhadap keselamatan dan masa depan anak-anak.”Harapan kami sederhana, semoga pembangunan bisa segera dimulai agar anak-anak bisa belajar dengan nyaman dan tidak lagi was-was di ruang kelas,” pungkasnya.
Sumber: @ Dens
Redaktur: Rapik Utama







