Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Gunungguruh Sukabumi menuai protes. Telur asin diduga mentah dan berbau, KNPI dan Karang Taruna minta SPPG dievaluasi total. / Foto: Istimewa
MEDIAAKSARA.ID – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang seharusnya menjadi penopang kesehatan dan gizi pelajar justru menuai sorotan tajam. Pengurus Kecamatan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) dan Karang Taruna Kecamatan Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi, menyayangkan kualitas menu MBG yang dibagikan kepada pelajar pada hari pertama masuk sekolah, bertepatan dengan hari ke-5 Ramadan 1447 H/2026 M.
Sorotan ini mencuat setelah beredarnya video keluhan orang tua murid di media sosial dan grup percakapan wali siswa. Dalam salah satu video, seorang ibu dengan nada kesal menunjukkan kondisi telur asin yang diterima anaknya.
“Mi punya anak aku mah seperti ini, bau ieu mah, bau bangkai,” keluh sang ibu sambil memperlihatkan telur asin yang diduga tidak layak konsumsi.
- Baca Juga : https://mediaaksara.id/pemkab-sukabumi-tetapkan-jam-kerja-asn-hingga-ramadan-2026-ini-aturan-lengkapnya/
Keluhan serupa juga terekam dalam video lain. Seorang emak-emak menyampaikan keprihatinannya secara langsung kepada pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
“Pak DL, gimana ini telurnya, tidak kemakan, masih mentah, tidak layak makan. Tolong diperhatiin,” ujarnya, sebagaimana dikutip MediaAksara.
Ketua PK KNPI Gunungguruh, Ujang Abdurrahman, mengaku prihatin atas menu MBG yang diterima pelajar di salah satu SPPG. Menu tersebut terdiri dari telur asin, ubi, kacang, dan kurma. Namun, laporan dari orang tua murid menyebutkan telur asin dalam kondisi masih mentah dan berbau, sehingga dikhawatirkan membahayakan kesehatan anak-anak.
- Baca Juga : https://mediaaksara.id/hari-pertama-sekolah-di-ramadan-ini-salah-satu-menu-mbg-pelajar-sd-di-sukabumi/
“Ini menyangkut kesehatan pelajar, apalagi di bulan suci Ramadan. Sangat disayangkan dengan anggaran MBG yang begitu besar, tapi di lapangan kualitasnya tidak sesuai harapan,” tegas Ujang melalui sambungan telepon, Senin malam (23/2/2026).
Ia menambahkan, KNPI bersama Karang Taruna sebagai kontrol sosial di masyarakat akan terus mengawal jalannya program nasional tersebut agar tidak menyimpang dari tujuan awal.
“Kami akan mengawal program Asta Cita Presiden Prabowo agar benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya.
Atas kejadian ini, KNPI dan Karang Taruna Kecamatan Gunungguruh sempat mengonfirmasi dan menginformasikan langsung kepada pengelola SPPG serta koordinator kecamatan agar segera memberikan klarifikasi terkait menu MBG di hari pertama aktivitas sekolah.
“Dapur MBG di Kecamatan Gunungguruh harus segera dievaluasi. Jangan sampai kejadian seperti ini terulang kembali,” tegas Ujang.
Sementara itu, Ketua Karang Taruna Kecamatan Gunungguruh, Miftahudin, juga membenarkan adanya aduan dari para orang tua murid terkait kualitas menu MBG di salah satu SPPG.
“Menu yang dibagikan hari ini berupa kacang, kurma, telur asin, dan ubi. Yang kami sayangkan, telurnya masih mentah dan bau busuk,” ungkapnya.
Ia berharap pihak pengelola SPPG segera melakukan perbaikan menyeluruh demi keselamatan dan kesehatan pelajar.
“Saya mohon dengan sangat, kinerja SPPG tersebut agar diperbaiki kualitasnya,” pungkas Miftahudin.
Reporter: @Sr1
Redaktur: Rapik Utama







