SEMMI datangi DPRD Kota Sukabumi usai surat audiensi tak direspons / Foto: Istimewa
MEDIAAKSARA.ID – Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) Kota Sukabumi mendatangi Gedung DPRD Kota Sukabumi pada Kamis (23/10/2025). Kedatangan mereka merupakan buntut dari kekecewaan atas surat permohonan audiensi yang tak kunjung mendapat konfirmasi dari pihak legislatif.
Menurut Ketua Umum SEMMI Kota Sukabumi, Septian Reynaldi, langkah tersebut diambil karena DPRD terkesan tidak menghargai aspirasi mahasiswa yang ingin berdialog terkait berbagai persoalan di Kota Sukabumi.
“Kami sudah melayangkan surat audiensi beberapa waktu lalu, tapi tidak ada kejelasan. Setibanya di DPRD, kami hanya bertemu dengan Kasubag tanpa satu pun anggota dewan yang hadir,” ujarnya dalam keterangan resmi.
Septian menuturkan, proses pertemuan diwarnai penantian panjang tanpa kepastian. Staf DPRD yang ditemui pun tidak dapat memberikan jadwal maupun keputusan resmi terkait surat audiensi tersebut.
“Yang lebih ironis, Kasubag malah menanyakan kembali maksud audiensi, seolah tidak memahami surat yang sudah kami kirim. Ini menunjukkan lemahnya komunikasi internal di DPRD,” kata Ghonim Rahardian, selaku FTKP SEMMI Kota Sukabumi.
Mahasiswa menilai sikap acuh tak acuh DPRD mencerminkan lemahnya fungsi pengawasan terhadap kebijakan Wali Kota Sukabumi yang dinilai banyak menabrak aturan dan berpotensi melanggar hukum.
“Dewan seakan tutup mata terhadap kebijakan yang sewenang-wenang. Saat rakyat bersuara, mereka justru diam,” tegas Septian.
Sebagai bentuk komitmen perjuangan, SEMMI Kota Sukabumi menegaskan akan terus mengirimkan surat audiensi setiap hari hingga DPRD benar-benar bersedia menerima dan berdialog secara langsung.
“Kami akan datang lagi, sesering mungkin, sampai DPRD membuka ruang dialog. Ini bukan sekadar aksi, tapi bentuk tanggung jawab moral mahasiswa terhadap kondisi daerah,” tandas Ghonim.
Hingga berita diterbitkan belum ada keterangan resmi dari Kasubag atau Setwan DPRD Kota Sukabumi.
Redaktur: Rapik Utama







