Sound of Legacy Sukabumi: Festival Musik Metal Sukabumi / Foto: Istimewa
MEDIAAKSARA.ID – Setelah absen beberapa tahun, festival musik metal legendaris asal Sukabumi, Sound of Legacy, kembali bergemuruh dengan tajuk “Sound of Legacy III: Expansion” Gelaran akan digelar pada Sabtu, 9 Agustus 2025 di Hall Moonshine Sukabumi, dan diproyeksikan sebagai tonggak baru kebangkitan musik keras di Indonesia.
Tahun 2025, festival tak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga mengusung misi regenerasi musisi dan peluncuran album kompilasi eksklusif.
Agenda peluncuran resmi Sound of Legacy III telah berlangsung pada Rabu (XX/07) di Ziggy Food and Drink, Gunung Guruh, Sukabumi, menandai dimulainya perjalanan menuju festival akbar.
Baca: https://mediaaksara.id/kebakaran-penggesekan-kayu-di-parakansalak-mesin-diesel-jadi-pemicu/
Menurut Valerian Kalista, CEO Biru Suara Perkasa sekaligus penggagas acara, Sound of Legacy hadir sebagai ruang edukasi musikal dan regenerasi musisi metal Indonesia. “Kami percaya, skema musik keras di daerah punya potensi besar untuk berkembang secara nasional,” ujarnya.
Festival akan menampilkan tiga band nasional sebagai headliner: SHA (pop punk), Stereowall (rock alternatif melankolis), dan Undergod (death metal legendaris).

Selain itu, terdapat delapan band lokal unggulan hasil seleksi dari 35 peserta open submission yang turut meramaikan panggung. Penampilan mereka akan menjadi bagian dari peluncuran Album Kompilasi Sound of Legacy 2025, yang berisi 14 lagu terbaik hasil kurasi profesional.
Baca: https://mediaaksara.id/vendor-sampah-jadi-tersangka-ke-4-kasus-korupsi-dlh-sukabumi-makin-melebar/
Album ini dirilis eksklusif di lokasi festival dan dibundel dalam tiket masuk seharga Rp100.000, yang mencakup: CD fisik album, Poster edisi terbatas, Stiker kolektibel dan Merchandise eksklusif lainnya.
Album tidak akan dijual bebas, dan hanya bisa dimiliki oleh mereka yang hadir langsung. Para band peserta juga memperoleh salinan resmi untuk distribusi terbatas dalam kampanye promosi musik lokal.
Penyelenggara juga mengonfirmasi rencana distribusi digital album di platform streaming agar karya musisi lokal bisa menjangkau pendengar lebih luas, termasuk internasional.
Dengan semangat kolaborasi yang kuat dan dukungan komunitas kreatif, Sound of Legacy III diyakini menjadi momen penting dalam sejarah musik alternatif Indonesia, khususnya di Sukabumi sebagai salah satu kantong musik cadas paling aktif di Jawa Barat.
“Sound of Legacy III adalah momentum. Ini tentang menyatukan komunitas, merayakan semangat independen, dan memulai babak baru dalam sejarah musik alternatif Indonesia,” pungkas Valerian.
Reporter: Nald
Redaktur: Rapik Utama







