Home / Nasional

Sabtu, 28 Februari 2026 - 02:50 WIB

Seskab Teddy Tegaskan: MBG Tak Pangkas Pendidikan, Anggaran Justru Ditambah untuk Siswa dan Guru

Sekretaris Kabinet Republik Indonesia Teddy Indra Wijaya gelar conference press perihal program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak memangkas anggaran pendidikan, Jumat (27/2/2026) / Foto: Istimewa 

MEDIAAKSARA.ID – Sekretaris Kabinet Republik Indonesia Teddy Indra Wijaya meluruskan berbagai narasi keliru yang menyebut Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berdampak pada pemangkasan anggaran pendidikan, terbengkalainya sekolah, hingga pengabaian kesejahteraan guru.

Teddy kepada awak media menegaskan, anggaran pendidikan tahun 2026 telah disepakati bersama Pemerintah, DPR, dan Badan Anggaran DPR, lengkap dengan rincian peruntukan yang tetap menjaga keberlanjutan seluruh program strategis pendidikan nasional.

“Tidak ada satu pun program pendidikan yang dihentikan. Justru diperkuat dan ditambah,” tegas Teddy dalam keterangan resminya, dikutip dari Sekretariat Kabinet Republik Indonesia.

Pemerintah memastikan Program Indonesia Pintar (PIP) dan Kartu Indonesia Pintar (KIP) tetap berjalan. Di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto, akses pendidikan juga diperluas melalui Sekolah Rakyat bagi anak putus sekolah.

Program ini dilengkapi fasilitas tempat tinggal, pendidikan, makan bergizi, serta jaminan kesehatan. Hingga tahun lalu, jumlah peserta didik Sekolah Rakyat telah mencapai sekitar 20 ribu siswa di 166 sekolah, dan ditargetkan bertambah 100 sekolah baru pada tahun ini.

Meski kewenangan sekolah berada di pemerintah daerah, Pemerintah Pusat tetap turun tangan secara konkret. Sepanjang 2025, sekitar 16.000 sekolah direnovasi dengan total anggaran kurang lebih Rp17 triliun.

Selain itu, percepatan digitalisasi pembelajaran dilakukan melalui distribusi 280.000 unit TV digital ke sekolah-sekolah, yang akan terus ditingkatkan untuk mendukung kualitas pembelajaran.

Teddy juga menepis anggapan bahwa kesejahteraan guru diabaikan. Pemerintah Pusat, meski gaji honorer merupakan kewenangan daerah, telah menaikkan insentif guru honorer menjadi Rp400.000 per bulan setelah stagnan selama hampir 20 tahun.

Tak hanya itu, tunjangan guru non-ASN dinaikkan dari Rp1,5 juta menjadi Rp2 juta pada 2025, serta mekanisme transfer langsung ke rekening guru setiap bulan, yang sebelumnya dilakukan per tiga bulan melalui pemerintah daerah.

Penegasan ini memperlihatkan bahwa Program Makan Bergizi Gratis tidak mengurangi anggaran maupun program pendidikan. Sebaliknya, kebijakan pemerintah saat ini dinilai semakin fokus dan detail dalam memperhatikan kebutuhan siswa, guru, serta kondisi sekolah di berbagai daerah.

 

Sumber : Setkab RI

Redaktur: Rapik Utama

Share :

Baca Juga

Nasional

Keamanan Makanan MBG Jadi Prioritas, Status Sanitasi dan Peran Ahli Gizi SPPG Jadi Sorotan BGN

Nasional

Prabowo Resmikan 11 Proyek Hilirisasi Nikel Senilai Rp180 Triliun, Ekspor Perdana Baterai EV Dimulai ‎

Nasional

Cetak Sejarah di Hadapan Presiden Prabowo, Indonesia Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 ‎

Nasional

26 Tokoh Nasional Masuk Wantimpres Prabowo, Nama Rocky Gerung hingga Ignasius Jonan Jadi Sorotan

Nasional

Desy Ratnasari Ajak Masyarakat Implementasikan Nilai Bhinneka Tunggal Ika dalam Kehidupan Sehari-hari

Nasional

‎Website PWI Terkonsolidasi di 38 Daerah, Grand Launching 1 Oktober

Nasional

Heboh! Zainul Munasichin Pertanyakan Rp20 Triliun Tambahan Anggaran BPJS: Rp10 Triliun Dikembalikan ke Kemenkeu

Nasional

PWI dan Bakom RI Soroti Masa Depan Pers, Wacana Keringanan Pajak Media Mengemuka