Tokoh masyarakat pajampangan, Isep Dadang Sukmana saat melihat kondisi NS ketika masih dirawat di RSUD Jampangkulon,Kabupaten Sukabumi, Kamis (19/2/2026)/ Foto: Istimewa
MEDIAAKSARA.ID – Kematian anak NS yang diduga mengalami kekerasan dan awalnya diceritakan sakit oleh ibu tiri, perlahan mengarah pada fakta baru setelah adanya kepedulian dan rasa penasaran dari tokoh masyarakat pajampangan, Isep Dadang Sukmana. Ia mengaku mulai menaruh kecurigaan saat melihat kondisi NS ketika dirawat di RSUD Jampangkulon, Kamis (19/2/2026) dengan kondisi tampak luka-luka di sejumlah bagian tubuh.
Isep yang juga dikenal sebagai pemilik Mahesa Hotel Jampangkulon menuturkan, awal mula keterlibatannya bermula dari sebuah panggilan telepon.
“Saya mendapat telepon dari Ustadz Abdurrohman, guru Almarhum, yang menanyakan kenapa NS belum kembali ke pondok. Saya tidak tahu apa-apa, lalu menghubungi keluarga dan baru mengetahui NS sedang dirawat di rumah sakit,” ujarnya, Kamis (27/2/2026).
Saat menjenguk ke rumah sakit, Isep mengaku melihat kejanggalan pada kondisi fisik NS. Menurutnya, luka-luka yang tampak tidak selaras dengan dugaan penyakit semata.
“Kalau saya tidak penasaran, mungkin saya hanya akan menyampaikan bahwa Almarhum meninggal karena sakit. Tapi setelah melihat langsung kondisinya dan mendapat informasi dari dokter bahwa ada dugaan indikasi kekerasan, saya merasa ada yang tidak beres,” jelasnya.
Rasa penasaran tersebut semakin kuat karena Isep mengetahui adanya riwayat dugaan kekerasan yang sebelumnya sempat dilaporkan ke kepolisian dan berakhir dengan mediasi pada pertengahan 2025. Meski demikian, menurutnya, laporan tersebut belum dicabut secara resmi.
“Itu yang membuat saya terus bertanya dan menggali informasi. Alhamdulillah, akhirnya pihak kepolisian menetapkan tersangka dalam kasus kematian Almarhum NS,” ungkapnya.
Dalam pernyataannya, Ia menegaskan langkah yang diambilnya murni didorong oleh keinginan mengungkap kebenaran, tanpa kepentingan pribadi maupun campur tangan dalam konflik keluarga almarhum.
“Saya tidak akan ikut campur urusan ayah Almarhum NS dengan mantan istrinya, yang ramai diberitakan di beberapa media. Itu urusan mereka. Fokus saya hanya satu, memperjuangkan keadilan bagi Almarhum NS,” tegasnya.
Kasus ini kini menjadi perhatian publik, sekaligus pengingat pentingnya kepekaan sosial dan keberanian menyuarakan kebenaran demi keadilan.
Sumber: Sadeva
Redaktur: Rapik Utama







