Pendangkalan irigasi Ciporeang–Cimarinjung Desa Ciwaru, Kecamatan Ciemas/ Foto : Istimewa
MEDIAAKSARA.ID – Puluhan hektar sawah di Kampung Cimarinjung RT 001/009, Kedusunan Gunung Batu, Desa Ciwaru, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, terendam banjir akibat pendangkalan saluran irigasi Ciporeang–Cimarinjung.
Banjir tersebut melanda sekitar 10 hektar lahan produktif yang biasa ditanami tiga kali dalam setahun. Para petani pun menanggung kerugian hingga ratusan juta rupiah akibat gagal panen.
Ketua Kelompok Tani Sinar Pantai, Eden Permana, menjelaskan bahwa pendangkalan terjadi karena longsoran tanah dan batu yang masuk ke saluran irigasi saat banjir besar Desember 2024 lalu.
” Sampai hari ini belum ada perhatian dari pemerintah atau dinas terkait. Sawah yang seharusnya panen kini terendam dan merugikan petani besar-besaran,” ujarnya pada Rabu (09/04/2025).
![]()
Ia juga mengungkapkan bahwa upaya pembangunan saluran pipanisasi oleh Dinas Pertanian melalui program irigasi cacing tidak berjalan efektif. Salah satu hambatannya adalah penolakan warga terhadap pemasangan pipa yang melintasi lahan pribadi karena dikhawatirkan menyebabkan luapan ke pemukiman saat debit air tinggi.
“Pemerintah memang sudah bangun irigasi, tapi belum maksimal. Selain itu, kami bingung soal kewenangan. Apakah irigasi ini tanggung jawab Dinas PSDA atau Dinas Pertanian?” tambahnya.
Tak hanya sawah, banjir juga mulai mengancam pemukiman warga karena saluran irigasi kini lebih tinggi dari lahan persawahan. Air pun sulit mengalir keluar saat hujan deras.
Warga berharap pemerintah segera melakukan normalisasi saluran irigasi Ciporeang–Cimarinjung agar tidak terjadi kerusakan lebih parah dan kerugian petani terus berlanjut.
Reporter: Windu
Redaktur : Rapik Utama







