Aktivitas di SDN 1 Sentral, Kampung Cikoneng RT 01/RW 16, Desa Ubrug, Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi / Foto: MediaAksara
MEDIAAKSARA.ID – Misteri kematian Dirman (48), penjaga SDN 1 Sentral, Desa Ubrug, Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, kian menyita perhatian. Pasalnya, usai ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tergantung, muncul informasi adanya sepucuk surat wasiat yang diduga ditulis oleh almarhum semasa hidup.
Dirman ditemukan oleh warga dalam kondisi tidak bernyawa di area SDN 1 Sentral, Kampung Cikoneng RT 01/RW 16, Desa Ubrug, Kecamatan Warungkiara, pada Minggu (1/2/2026) sekitar pukul 13.00 WIB. Peristiwa ini sontak menggegerkan warga sekitar dan pihak sekolah.
Keberadaan surat wasiat tersebut dibenarkan oleh Ketua RT 02 RW 16 Desa Ubrug, Asep, ditemui awak media tidak jauh dari lokasi kejadian. Namun, Asep menegaskan dirinya tidak membuka atau membaca isi surat tersebut karena telah diserahkan kepada pihak berwajib.
“Surat wasiat aya (ada) selembar kertas, cuma untuk dalamnya saya tidak buka. Itu kewenangan pihak berwajib,” ujar Asep, Senin (2/2/2026).
Menurut Asep, pihak keluarga almarhum yang berada di Garut pun tidak mengetahui keberadaan surat wasiat tersebut. Selama ini, Dirman diketahui tinggal seorang diri di lingkungan sekolah, terpisah dari istri dan anaknya yang menetap di Garut.

“Pihak keluarga tidak mengetahui ada surat wasiat dari almarhum. Soalnya keluarganya kan di Garut, istri dan murangkalih (anak)-na mah di Garut. Almarhum mah di sini sendiri,” jelasnya.
Dalam kesehariannya, Dirman dikenal sebagai pribadi yang tertutup, namun memiliki kepedulian sosial yang baik di lingkungan tempat tinggalnya. Hal itu diungkapkan Asep saat mengenang sosok almarhum.
“Almarhum itu taat sekali dengan iuran kematian, bahkan sosialnya juga bagus,” katanya.
Usai proses evakuasi, jenazah Dirman kemudian dipulangkan ke kampung halamannya di Garut untuk dimakamkan. Proses serah terima jenazah tersebut turut disaksikan oleh pihak sekolah.
“Jenazah almarhum sudah kami serahterimakan dan disaksikan pihak sekolah yang langsung ke sana,” tambah Asep.
Sebelumnya, awak media berupaya konfirmasi Kepala Sekolah SDN 1 Sentral atas insiden tersebut, namun yang bersangkutan tidak ada di kantor sekolah sebagaimana mestinya.
Reporter: Juliansyah
Redaktur: Rapik Utama







