Ilustrasi nilai uang Rp50 ribu dinilai semakin tidak cukup memenuhi kebutuhan rumah tangga masyarakat/ Foto: Istimewa
MEDIAAKSARA.ID — Nilai uang Rp50 ribu yang dulu terasa cukup untuk memenuhi kebutuhan dapur keluarga, kini semakin kehilangan makna di tengah naiknya harga kebutuhan pokok dan melemahnya daya beli masyarakat.
Bagi banyak keluarga kecil, terutama ibu rumah tangga, uang belanja harian kini terasa cepat habis. Harga beras, minyak goreng, telur, cabai, hingga gas elpiji terus mengalami kenaikan, sementara pendapatan sebagian masyarakat masih terhimpit.
Kondisi tersebut membuat banyak ibu rumah tangga harus lebih ketat mengatur pengeluaran. Tidak sedikit yang mulai mengurangi porsi belanja, mengganti lauk makanan, hingga menunda kebutuhan pribadi agar kebutuhan keluarga tetap terpenuhi.
Fenomena ini menjadi gambaran tekanan ekonomi yang nyata dirasakan masyarakat bawah. Persoalan yang dihadapi bukan hanya kenaikan harga kebutuhan pokok, tetapi juga menurunnya kemampuan daya beli masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Di tengah situasi tersebut, masyarakat berharap harga kebutuhan lebih stabil dan kondisi ekonomi dapat kembali memberi ruang napas bagi keluarga kecil agar dapat menjalani kehidupan dengan lebih tenang.
Bagi sebagian keluarga, Rp50 ribu memang masih bernilai secara nominal. Namun dalam praktik kehidupan sehari-hari, jumlah tersebut kini dinilai semakin sulit mencukupi kebutuhan dasar rumah tangga.
Reporter: Juliansyah
Redaktur: Rapik Utama







