Kondisi rumah warga yang mengalami pergerakan tanah di Desa Bantarkalong, Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi/ Foto: Istimewa
MEDIAAKSARA.ID – Puluhan rumah warga terdampak bencana pergerakan tanah yang kembali terjadi di Kampung Pasir Gerong, Desa Bantarkalong, Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Selasa (16/12/2025).
Pergerakan tanah menyebabkan sejumlah rumah warga mengalami kerusakan dengan tingkat keparahan bervariasi, mulai dari retak hingga kondisi bangunan yang tak lagi layak huni.
Ketua RT 09 Kampung Pasir Gerong, Asep, mengungkapkan bencana pergerakan tanah di wilayah tersebut bukan kali pertama terjadi. Ia menyebutkan, fenomena serupa sudah berlangsung sejak tahun 2024 dan kembali berlanjut hingga tahun 2025, sehingga jumlah rumah terdampak terus bertambah.
“Dari tahun 2024 sudah ada pergerakan tanah, kemudian bertambah lagi di tahun ini. Sampai sekarang diperkirakan ada lebih dari 30 rumah warga yang terdampak,” ujar Asep.

Sementara itu, salah seorang warga terdampak, Sumarni (40), mengatakan pergerakan tanah mulai dirasakannya sejak 4 Desember 2024. Hingga kini, ia mengaku belum menerima perbaikan rumah maupun relokasi, meskipun pendataan telah dilakukan oleh pemerintah desa.
Sumarni yang tinggal bersama suami dan tiga anaknya menuturkan, kondisi rumahnya mengalami kerusakan cukup parah akibat pergerakan tanah yang terus terjadi.
“Saya tinggal seadanya karena rumah sudah rusak parah. Pendataan memang sudah ada, tapi sampai sekarang belum ada tindak lanjut,”ungkapnya.
Ia berharap Pemerintah Daerah Kabupaten Sukabumi dapat memberikan perhatian serius terhadap kondisi warga terdampak, terutama dengan melakukan relokasi ke tempat yang lebih aman.
“Saya berharap rumah kami bisa kembali layak dihuni. Saya juga tidak mampu membangun sendiri karena penghasilan suami tidak menentu,” pungkas Sumarni.
Hingga berita diterbitkan belum ada Keterangan resmi dari pemerintah Desa Bantarkalong dan Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi.
Reporter: Juliansyah
Redaktur: Rapik Utama







