Home / Peristiwa

Selasa, 16 Desember 2025 - 14:22 WIB

Puluhan Rumah Warga Terancam, Pergerakan Tanah Kembali Terjadi di Bantarkalong

Kondisi rumah warga yang mengalami pergerakan tanah di Desa Bantarkalong, Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi/ Foto: Istimewa

MEDIAAKSARA.ID – Puluhan rumah warga terdampak bencana pergerakan tanah yang kembali terjadi di Kampung Pasir Gerong, Desa Bantarkalong, Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Selasa (16/12/2025).

Pergerakan tanah menyebabkan sejumlah rumah warga mengalami kerusakan dengan tingkat keparahan bervariasi, mulai dari retak hingga kondisi bangunan yang tak lagi layak huni.

Ketua RT 09 Kampung Pasir Gerong, Asep, mengungkapkan bencana pergerakan tanah di wilayah tersebut bukan kali pertama terjadi. Ia menyebutkan, fenomena serupa sudah berlangsung sejak tahun 2024 dan kembali berlanjut hingga tahun 2025, sehingga jumlah rumah terdampak terus bertambah.

Baca: https://mediaaksara.id/jawara-jampang-pesilat-senior-jampangkulon-juara-1-festival-pencak-silat-se-indonesia/

“Dari tahun 2024 sudah ada pergerakan tanah, kemudian bertambah lagi di tahun ini. Sampai sekarang diperkirakan ada lebih dari 30 rumah warga yang terdampak,” ujar Asep.

Kondisi rumah warga yang mengalami pergerakan tanah di Desa Bantarkalong, Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi/ Foto: Istimewa
Kondisi rumah warga yang mengalami pergerakan tanah di Desa Bantarkalong, Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi/Foto: Istimewa

Sementara itu, salah seorang warga terdampak, Sumarni (40), mengatakan pergerakan tanah mulai dirasakannya sejak 4 Desember 2024. Hingga kini, ia mengaku belum menerima perbaikan rumah maupun relokasi, meskipun pendataan telah dilakukan oleh pemerintah desa.

Sumarni yang tinggal bersama suami dan tiga anaknya menuturkan, kondisi rumahnya mengalami kerusakan cukup parah akibat pergerakan tanah yang terus terjadi.

Baca: https://mediaaksara.id/wow-angka-perceraian-sukabumi-naik-capai-90-persen-pengadilan-agama-cibadak-tangani-4-227-perkara-sepanjang-2025/

“Saya tinggal seadanya karena rumah sudah rusak parah. Pendataan memang sudah ada, tapi sampai sekarang belum ada tindak lanjut,”ungkapnya.

Ia berharap Pemerintah Daerah Kabupaten Sukabumi dapat memberikan perhatian serius terhadap kondisi warga terdampak, terutama dengan melakukan relokasi ke tempat yang lebih aman.

“Saya berharap rumah kami bisa kembali layak dihuni. Saya juga tidak mampu membangun sendiri karena penghasilan suami tidak menentu,” pungkas Sumarni.

Hingga berita diterbitkan belum ada Keterangan resmi dari pemerintah Desa Bantarkalong dan Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi.

 

Reporter: Juliansyah

Redaktur: Rapik Utama

Share :

Baca Juga

Peristiwa

Dua Pelajar Asal Dua Kecamatan Terseret Ombak di Pantai Istiqomah Sukabumi, Satu Masih Dicari

Peristiwa

Kebakaran Limbah Veneer di Pabrik Bojong Cikembar, Api Belum Padam hingga Pagi Hari

Peristiwa

Pria Ditemukan Tewas di Sungai Cipelang Gede Warudoyong, Polisi Selidiki Dugaan Jatuh dari Jembatan ‎

Peristiwa

Hujan Es dan Puting Beliung Rusak SMPN 2 Cicurug, Kepsek: 10 Ruang Kelas Terdampak, KBM Pelajar Dialihkan ke Rumah

Peristiwa

Kebakaran Pasar Surade Sukabumi, 10 Kios Terdampak dan Kerugian Ditaksir Rp1 Miliar ‎

Peristiwa

Hujan Deras Disertai Angin Puting Beliung Rusak Delapan Ruangan SMPN 2 Cicurug Sukabumi

Peristiwa

Dua Warga Meninggal dalam Kecelakaan Jalan Ciemas Sukabumi, Motor Diduga Rem Bermasalah

Peristiwa

Pria Lansia Tewas Terjatuh ke Sumur Saat Memeriksa Kondisi Sumur di Sukabumi