Penampakan miris kondisi bangunan SDN Sukamanah kecamatan Jampangtengah yang memprihatinkan / Foto: Istimewa
MEDIAAKSARA.ID – Mimpi menuju Indonesia Emas dialami Sekolah Dasar Negeri (SDN) Sukamanah yang berlokasi di Desa Tanjungsari, Kecamatan Jampangtengah, Kabupaten Sukabumi, tengah menghadapi kondisi memprihatinkan. Sekolah tidak memiliki fasilitas toilet, dan para siswa harus memanfaatkan sungai atau rumah warga sekitar, terutama saat musim hujan.
Selain itu, kondisi ruang belajar di SDN Sukamanah sangat memperihatinkan. Dari tujuh ruang kelas yang digunakan, empat di antaranya dibangun pada tahun 2007-2008 dan terakhir direhabilitasi pada 2013, sementara tiga lainnya dibangun tahun 2012. Kini, seluruh bangunan tersebut mengalami kerusakan, terutama pada bagian atap, kusen, dan lantai.
“Kami tidak punya toilet. Air sebenarnya tersedia karena bisa menggali sumur, tapi bangunan WC-nya tidak ada. Ini sangat mendesak karena menyangkut kesehatan dan kenyamanan siswa,” keluh Kepala Sekolah SDN Sukamanah, Badru Salam, saat ditemui awak media, Selasa (15/7/2025).

Dengan jumlah siswa mencapai 230 orang, keterbatasan infrastruktur sekolah menjadi tantangan besar. Bangku dan meja yang tersedia pun sudah tidak layak pakai. Bahkan, beberapa kelas hanya menggunakan karpet untuk belajar di lantai, dan beberapa siswa harus duduk di kursi tanpa meja.
Meski dalam kondisi serba kekurangan, Badru tetap memperjuangkan hak siswa dan siswi dengan mengajukan proposal bantuan ke Dinas Pendidikan. Namun, hingga saat ini belum ada tindak lanjut yang nyata dari pemerintah.
” Usaha dari pihak sekolah sudah dilakukan sejak beberapa tahun lalu, tapi belum ada hasil. Kami berharap di tahun ini ada tindakan nyata dari pemerintah,” harap Badru.
SDN Sukamanah berada di perbatasan Kecamatan Jampangtengah dan Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Kondisi ini mencerminkan tantangan serius pemerataan kualitas pendidikan di wilayah pelosok.
Reporter : Juliansyah
Redaktur: Rapik Utama







