Home / Peristiwa

Senin, 28 Juli 2025 - 19:30 WIB

Pendaki Sukabumi Wafat di Gunung Slamet, Keluarga Ikhlas: Cinta Alam hingga Akhir Hayat

Ghazi, putra sulung almarhum Yuswandi depan pusara mengenang orang tua sebagai petualang sejati sebagai pecinta Alam / Foto: Istimewa 

MEDIAAKSARA.ID – Duka mendalam menyelimuti keluarga besar Yuswandi (46), pendaki asal Kebon Pala I, Desa Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Almarhum mengembuskan napas terakhir saat mendaki Gunung Slamet, Jawa Tengah, pada Sabtu (26/7/2025). Kepergian almarhum diduga akibat kelelahan saat melakukan perjalanan mendaki bersama istrinya.

Kabar duka diterima keluarga tak lama setelah kejadian. Ghazi, putra sulung almarhum, segera bertolak dari Sukabumi ke Cirebon untuk menjemput jenazah ayahnya yang saat itu sedang dalam perjalanan menggunakan ambulans.

“Kami berangkat jam satu pagi, bertemu ambulans sekitar jam lima subuh di Cirebon, dan tiba kembali di Sukabumi sekitar pukul delapan pagi,” ungkap Ghazi, Senin (28/7/2025).

Baca: https://mediaaksara.id/dana-desa-disulap-jadi-gaya-hidup-eks-kades-cikujang-terjerat-tipikor-rp500-juta/

Setibanya di rumah duka, jenazah Yuswandi langsung dimandikan, dikafani, dan dimakamkan di tanah wakaf keluarga di lingkungan Kuttab Al Fatih, Desa Balekambang, Kecamatan Nagrak, tepat pukul 08.30 WIB.

Almarhum dikenal sebagai sosok yang mencintai alam. Bersama sang istri, ia kerap mengikuti aktivitas mendaki dan berkemah. Bahkan tiga pekan sebelum kejadian, pasangan ini sempat mendaki Gunung Ciremai.

“Mereka memang suka banget kegiatan alam. Camping, naik bukit, dan aktivitas outdoor lainnya sering dilakukan,” ujar Ghazi.

Baca: https://mediaaksara.id/20-ribu-rumah-penerima-bpjs-gratis-dari-apbd-sukabumi-akan-ditempeli-stiker-pbi-stiker-dicabut-kepesertaan-dicoret/

Diketahui, Yuswandi memulai perjalanan sejak Selasa (22/7/2025), bersama sang istri dan seorang porter. Sebelum menuju jalur pendakian Gunung Slamet, mereka sempat singgah di beberapa kota seperti Bandung, Purwokerto, dan Tegal.

Meski berusia di atas 40 tahun, semangat Yuswandi terhadap petualangan tak pernah surut. Selain dikenal sebagai pecinta alam, ia juga seorang pelaku usaha mandiri di bidang penjualan mainan anak.

Yuswandi meninggalkan seorang istri dan tiga anak. Pihak keluarga menyatakan keikhlasannya atas kepergian almarhum. “Ini murni musibah. Kami percaya ini karena faktor kelelahan dan sudah menjadi takdir Allah,” tutup Ghazi.

 

Sumber : Aab

Redaktur: Rapik Utama

Share :

Baca Juga

Peristiwa

Pekerja Bangunan Tewas Tersengat Listrik Tegangan Tinggi Saat Bangun TK di Sukabumi

Peristiwa

Pengendara Motor Meninggal Mendadak Usai Terjatuh, Mulut Berbusa, Polres Sukabumi Selidiki Penyebab Kejadian

Peristiwa

Kebakaran Alang-alang di Gunungguruh Dipicu Pembakaran Sampah, Damkar Cisaat Berhasil Jinakkan Api

Peristiwa

Dua Pelajar Pemain Drumben Kadudampit Tewas Terseret Ombak di Pantai Kapitol Sukabumi 

Peristiwa

Tega! Bayi Laki-Laki Ditemukan Tak Bernyawa dalam Kantong Hitam di Sungai Cipelang Sukabumi, Polisi Selidiki Pelaku

Peristiwa

PMI Asal Sukabumi Terlantar di Dubai, Diduga Korban TPPO usai Kecelakaan Kerja

Peristiwa

Identitas Mr X Terungkap! Tim Gabungan Polres Sukabumi Ringkus Terduga Pelaku

Peristiwa

Pencuri Motor Beraksi Saat Pemilik Tidur, Honda Beat Street Hilang dari Teras Rumah di Nagrak