Home / Pemerintahan

Senin, 10 November 2025 - 16:18 WIB

Panen Anggur di Balik Jeruji: Lapas Warungkiara Buktikan Warga Binaan Bisa Mandiri dan Berdaya

Pertanian buah anggur hasil budidaya Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) program ketahanan pangan di Lapas Kelas IIA Warungkiara, Kabupaten Sukabumi / Foto: Istimewa

MEDIAAKSARA.ID – Siapa sangka, di balik tembok Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, kehidupan yang subur tengah tumbuh. Tanah seluas 7 hektare yang dulunya kosong kini disulap menjadi lahan produktif penuh tanaman sayur, buah, kolam ikan, dan kandang ternak hasil binaan petugas ke WBP.

Wajah baru Lapas Kelas IIA Warungkiara, yang kini tidak hanya berfungsi sebagai tempat pembinaan, tetapi juga menjadi pilot project ketahanan pangan berbasis kemandirian dan produktivitas.

Kepala Lapas Kelas IIA Warungkiara, Kurnia Panji Pamekas, menjelaskan program tersebut merupakan bagian dari implementasi 13 Akselerasi Program Ketahanan Pangan sesuai arahan Presiden Republik Indonesia dan Menteri Hukum dan HAM.

Baca: https://mediaaksara.id/lahir-di-hari-pahlawan-bupati-asep-japar-pemimpin-pembawa-semangat-perjuangan-sukabumi/

“Alhamdulillah, program ketahanan pangan di Lapas Warungkiara sudah berjalan baik dan sesuai arahan pimpinan. Kami terus berupaya mengembangkan potensi sumber daya manusia, terutama WBP, agar mandiri dan berdaya saing,” ujar Kurnia Panji Pamekas kepada mediaaksara.id, Senin (10/11/2025).

Di bawah kepemimpinan Kurnia, Lapas Warungkiara kini memiliki 24 varian kegiatan kemandirian. Bidang peternakan meliputi penggemukan sapi, kambing, ayam kampung, dan ayam petelur. Sektor perikanan mengelola kolam lele dan nila, sementara di bidang pertanian tumbuh subur aneka sayur seperti kangkung, caisim, tomat, dan cabai.

Tak kalah menarik, buah-buahan seperti pepaya, bengkuang, nanas, melon, semangka, dan anggur turut menghijaukan kawasan lapas. Tahun ini menjadi momen bersejarah dengan panen perdana buah anggur, simbol kerja keras dan harapan baru bagi WBP.

Baca: https://mediaaksara.id/semangat-hari-pahlawan-2025-camat-pabuaran-ali-murtado-ajak-kerja-nyata-dan-pengabdian/

“Kami menambah komoditi baru seperti semangka, pepaya, dan melon. Tapi yang paling kami banggakan adalah anggur, karena ini panen pertama kami. Semoga hasilnya maksimal,” tutur Kurnia.

Dari total 10 hektare lahan yang dimiliki, 7 hektare digunakan khusus untuk program ketahanan pangan. Seluruh jajaran, mulai dari pejabat struktural, staf, hingga warga binaan terlibat aktif secara gotong royong.

Baca: https://mediaaksara.id/bpn-sukabumi-dorong-tertib-investasi-perbup-hgu-cegah-penyalahgunaan-lahan/

“Kami bergerak bersama, dari Kalapas, eselon IV dan V, hingga WBP. Semua bahu membahu, seperti tema Hari Pahlawan tahun ini: Pahlawanku Teladanku, Terus Bergerak Melanjutkan Perjuangan,” ujar Kurnia.

Momentum Hari Pahlawan Nasional 10 November 2025 menjadi refleksi perjuangan tak hanya dilakukan di medan perang, tapi juga di ladang, kolam, dan kebun, di mana semangat pantang menyerah tumbuh bersama benih kehidupan baru.

Semangat para pahlawan kami hidupkan dalam tindakan nyata. Kami ingin WBP mandiri, berprestasi, dan berkontribusi untuk ketahanan pangan nasional,” tambahnya.

 

Reporter: Juliansyah

Redaktur: Rapik Utama

Share :

Baca Juga

Pemerintahan

Gebyar Sipenyu Sukabumi Bikin Heboh: 10 Kadus dan 7 Desa Diguyur Penghargaan, Ada Hadiah Umrah!

Pemerintahan

Lima Personel Polisi Dipecat Tanpa Hadir, Kapolres Sukabumi Ungkap Pesan Tegas Disiplin Polri ‎

Pemerintahan

518 ASN Kota Sukabumi Masuk Data PPATK, Inspektorat: 120 Diperiksa, Sanksi Berat Bisa Berujung Pemecatan

Pemerintahan

Prioritas Desil 1: 98 Keluarga Siswa Sekolah Rakyat Phalamartha Sukabumi Dapat Bantuan Rehab Rumah Kemensos

Pemerintahan

TKD Dipangkas, Bupati Sukabumi Ungkap Strategi Perubahan APBD 2026: Prioritas Pembangunan Jadi Sorotan

Pemerintahan

Abu Vulkanik Krakatau Ganggu Kualitas Udara, Siswa PAUD hingga SMP di Sukabumi Belajar dari Rumah

Pemerintahan

Progres Kantor Kecamatan Gunung Puyuh Capai 35 Persen, Struktur dan Atap Mulai Terpasang ‎

Pemerintahan

Karhutla Merebak di Sukabumi, Perhutani Perkuat Patroli dan Pos Pemantauan