Home / Kabar Daerah

Senin, 9 Februari 2026 - 08:24 WIB

MUBES ABSOLUTE 2026: Merawat Solidaritas, Menata Aset, Menjaga Gerakan Tetap Waras

MUBES ABSOLUTE 2026 di Cipeuteuy Kabandungan Kabupaten Sukabumi menegaskan pentingnya solidaritas, akuntabilitas, dan pengelolaan aset kolektif sebagai fondasi menjaga gerakan tetap waras, Minggu (8/2/2026). / Foto: Istimewa 

MEDIAAKSARA.ID – Musyawarah Besar (MUBES) Aliansi Budaya Solidaritas untuk Tatanan Etis (ABSOLUTE) digelar di Cipeuteuy, Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi, pada Minggu, 8 Februari 2026.

Berbeda dari forum formal umumnya, MUBES ABSOLUTE berlangsung dalam format duduk melingkar, tanpa mimbar dan hierarki. Tata ruang ini mencerminkan nilai dasar organisasi: kesetaraan, keterbukaan, dan tanggung jawab kolektif setiap proses pengambilan keputusan.

Agenda utama musyawarah diawali laporan pertanggungjawaban kepengurusan demisioner. Forum menerima laporan secara mufakat setelah dilakukan evaluasi terhadap capaian, tantangan, dan pelajaran selama masa kepengurusan. Proses berlangsung tanpa saling menyalahkan, menegaskan pergantian struktur bukan akhir keterlibatan, melainkan bagian dari siklus etis gerakan.

Baca: https://mediaaksara.id/pwi-kabupaten-sukabumi-gelar-safari-jurnalistik-sambut-hpn-ke-80-tanam-pohon-dan-bekali-santri-ilmu-jurnalistik/

Pimpinan sidang, Rahmat Hidayat (Atwo Albarendi), menegaskan keberlanjutan ABSOLUTE tidak bergantung pada struktur semata, melainkan pada kualitas relasi dan keberanian menjaga komunikasi internal.

“Struktur boleh berganti, tetapi komitmen tidak boleh berhenti. Solidaritas harus terus dirawat melalui komunikasi yang sehat,” ujarnya.

MUBES juga membahas secara terbuka pengelolaan aset organisasi, isu yang kerap sensitif dalam banyak gerakan. Forum menyepakati seluruh aset, baik fisik maupun nonfisik merupakan milik kolektif, hasil dari kerja bersama dan kepercayaan anggota. Oleh karena itu, pengelolaannya harus transparan, adil, dan dapat dipertanggungjawabkan melalui mekanisme musyawarah.

Baca: https://mediaaksara.id/ubrug-cup-i-dimulai-dari-lapangan-desa-mengalir-mimpi-pesepak-bola-cilik-sukabumi/

Pemanfaatan aset dimungkinkan sepanjang diputuskan secara kolektif dan diarahkan untuk keberlanjutan gerakan. Musyawarah diposisikan sebagai pagar etik, bukan sekadar formalitas administratif.

Salah satu peserta, Asep M-Rhe, menekankan pentingnya konsistensi kepengurusan ke depan.

“Tantangan terbesar adalah menjaga komitmen dan tanggung gugat, tidak hanya ke internal organisasi, tetapi juga kepada mitra dan jejaring strategis,” katanya.

 

Sumber: @sep M

Redaktur: Rapik Utama

Share :

Baca Juga

Kabar Daerah

Torehkan Sejarah di Sukabumi, Rektor UMMI Prof. Reny Sukmawani Resmi Sandang Gelar Guru Besar

Kabar Daerah

Masker Gratis Dibagikan Dampal Jurig, Dorong Warga Waspadai Debu Vulkanik

Kabar Daerah

Abu Vulkanik Ganggu Jalan di Sukabumi, Polisi Kerahkan Water Cannon untuk Bersihkan Debu

Kabar Daerah

Polsek Cibadak Bagikan 250 Masker Gratis di Tengah Sebaran Abu Vulkanik Krakatau ‎

Kabar Daerah

KKN Mandiri Universitas Nusa Putra Tuntas, Mahasiswa Tinggalkan Manfaat di Desa Kertaangsana

Kabar Daerah

Cegah Penyakit Sejak Dini, Puskesmas Jampangkulon Gelar Cek Kesehatan Gratis bagi ASN ‎

Kabar Daerah

PA GMNI Sukabumi Raya Bergolak! Dewex Sapta Anugerah Terpilih, Marhaenisme Ditantang Turun ke Jalan Perjuangan Rakyat 

Kabar Daerah

Miris! Ibu Gangguan Jiwa, Kakek Terbaring Sakit: Dua Bocah Miskin Bertahan di Rutilahu di Nagrak Sukabumi ‎