Rumah Literasi Merah Putih bersama Presidium KAHMI Sukabumi mengajak masyarakat menggelar doa dan shalawat nasional akhir tahun 2025/ Foto: Istimewa
MEDIAAKSARA.ID – Rumah Literasi Merah Putih menyerukan gerakan nasional bertajuk “Doa dan Shalawat untuk Keselamatan Bangsa dan Kesuksesan Program Astacita” yang dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia mulai 28 Desember 2025 hingga 1 Januari 2026. Kegiatan ini mengajak masyarakat memperkuat ikhtiar spiritual demi keselamatan bangsa dan keberkahan kepemimpinan nasional.
Masyarakat diimbau untuk mengamalkan pembacaan Shalawat Fatih secara mandiri dengan target kolektif mencapai 2.026 kali, sebagai simbol harapan dan doa menyongsong tahun 2026.
Sekretaris Rumah Literasi Merah Putih, Dede Heri, mengajak seluruh lapisan masyarakat, khususnya umat Muslim, untuk aktif tanpa terikat tempat dan jarak. Menurutnya, kehadiran spiritual menjadi kekuatan penting bagi bangsa.
“Kami mengetuk hati seluruh warga negara Indonesia untuk hadir secara spiritual dan menyatukan hati. Mari bersama mengetuk pintu langit demi keselamatan bangsa, di mana pun kita berada, di waktu yang telah ditentukan,” ujar Dede Heri, Minggu (28/12/2025).
Dede menegaskan, doa dan shalawat juga dipanjatkan bagi saudara-saudara yang terdampak bencana alam, sekaligus Presiden Prabowo Subianto senantiasa diberi kesehatan, kekuatan, dan keberkahan dalam memimpin Indonesia.
Sementara itu, Presidium KAHMI Sukabumi sekaligus Pendiri Majelis Dzikir Merah Putih, Aam Abdul Salam, menyampaikan partisipasi masyarakat dalam doa bersama ini merupakan bentuk dukungan moral dan spiritual terhadap visi misi pemerintahan.
“Dari tempat kita masing-masing, mari kita doakan agar program Astacita Presiden Prabowo berjalan sukses tanpa hambatan. Inilah ikhtiar kolektif untuk menghadirkan Indonesia yang adil, makmur, aman, dan sejahtera,” tegas Aam.
Melalui momentum pergantian tahun, Rumah Literasi Merah Putih mengajak masyarakat menutup tahun dengan zikir dan shalawat, serta membuka tahun baru dengan harapan agar Indonesia menjadi Baldatun Thayyibatun wa Rabbun Ghafur, menjadi negeri yang baik, subur, aman, dan berada dalam ampunan Tuhan Yang Maha Esa.
Sumber: @Aab
Redaktur: Rapik Utama







