Petugas alat berat evakuasi material di Jalur nasional Bagbagan–Kiaradua di Kecamatan Simpenan, Sukabumi, tertutup longsor sejak Minggu pagi (11/1/2025) / Foto: Istimewa
MEDIAAKSARA.ID – Hingga Senin pagi (12/01/2026) pukul 09.00 WIB, arus lalu lintas dari arah Bagbagan maupun Kiaradua Kabupaten Sukabumi belum dapat dilalui akibat jalan nasional Bagbagan–Jampangkulon tertutup material longsor. Kendaraan dari kedua arah terpaksa berhenti karena badan jalan masih tertimbun tanah dan bebatuan.
Longsor terjadi pada Minggu (11/01/2026) sekitar pukul 09.30 WIB, setelah wilayah Kecamatan Simpenan diguyur hujan berintensitas tinggi selama dua hari berturut-turut. Akibatnya, terjadi longsor di beberapa titik yang cukup parah.
Berdasarkan data di lapangan, longsor terjadi di KM 164+500 wilayah Cisarakan serta KM 159+100 wilayah Cimapag, tepatnya di Desa Loji, Kecamatan Simpenan. Dari beberapa titik tersebut, kondisi terparah berada di kawasan Cisarakan Pamunguan.
Petugas PU sekaligus Penilik Jalan Nasional Bagbagan–Jampangkulon, Deni Wahid Laksmana, menyebutkan material longsor di titik tersebut sangat tebal dan menutup badan jalan cukup luas.
“Titik yang terparah berada di sekitar Cisarakan. Selain material longsor yang tebal, badan jalan tertutup cukup luas dan terdapat batu berukuran besar,” ujar Deni saat ditemui di lokasi, Senin (12/1/2026).
Untuk mempercepat penanganan, pihak PU telah mengerahkan dua unit alat berat, yakni excavator dan loader. Namun, proses evakuasi terkendala cuaca ekstrem yang masih melanda.
Baca: https://mediaaksara.id/jalan-kabupaten-di-gunungguruh-longsor-akses-warga-terancam-terputus/
“Dua alat berat sudah kami kerahkan, namun hujan deras yang terus turun menghambat proses evakuasi material longsor,” tambahnya.

Melihat kondisi tersebut, Pemerintah Desa Kertajaya bersama Babinsa Desa Kertajaya melakukan koordinasi dengan sejumlah perusahaan di wilayah Kecamatan Simpenan untuk membantu proses evakuasi.
Babinsa Desa Kertajaya, Serda Zaiful Ansori, mengatakan bahwa dua perusahaan setempat turut menurunkan alat berat guna mempercepat pembersihan material longsor di Kampung Pamunguan.
“Longsor terjadi sejak kemarin dan sampai saat ini evakuasi belum selesai. Pemerintah desa bersama dua perusahaan yaitu GMB dan Golden membantu dengan menurunkan alat berat agar proses evakuasi lebih cepat,” kata Zaiful di lokasi, Senin (12/01/2026).
Menurutnya, tingginya curah hujan menyebabkan longsor susulan sehingga proses evakuasi yang dilakukan PU sempat terhambat.
“Karena hujan terus, sering terjadi longsor susulan. Saat ini kami membantu dengan dua alat berat, satu excavator dan satu dozer,” jelasnya.
Hingga berita ini diturunkan, proses evakuasi masih berlangsung dan kendaraan belum dapat melintas di jalur Bagbagan–Kiaradua. Pengguna jalan diimbau untuk sementara mencari jalur alternatif dan tetap waspada terhadap potensi bencana susulan.
Sumber: @Sr1
Redaktur: Rapik Utama







