Kelompok Tani Hutan (KTH) Ciseupan Beefarm Hasilkan Madu Trigona Hasil Koloni Lebah Trigona jenis Laeviceps (sarang lebah tanpa sengat) / Foto: MediaAksara
MEDIAAKSARA.ID – Kemandirian dan inovasi warga Kampung Ciseupan, Desa Wangunreja, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi patut dijadikan teladan. Kelompok Tani Hutan (KTH) Ciseupan berhasil mengembangkan usaha produksi madu Trigona serta membuka program edukasi wisata berbasis kebun bambu secara swadaya.
Dengan semangat gotong royong dan ketekunan selama dua tahun, Ciseupan Beefarm, kelompok usaha binaan masyarakat, berhasil memberdayakan 35 warga setempat untuk membudidayakan lebah Trigona (Teuweul), yang dikenal memiliki banyak khasiat untuk kesehatan dan nilai ekonomi.
Menuju puncak capaian ditandai dengan kegiatan Expose Usaha Madu Trigona dan Wisata Edukasi, yang digelar Selasa (17/6/2025). Acara dihadiri oleh lintas sektor, termasuk PT SCG Indonesia, Dinas Koperasi UKM (DKUKM), Dinas Pertanian, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP), Pemerintah Desa Wangunreja, ,Cabang Dinas Kehutanan (CDK) Wilayah III Sukabumi, Pemerhati lingkungan, Raffi Nasution dan PWI Peduli Kabupaten Sukabumi.
Pendamping KTH Ciseupan, Agung Rahman Nurdin mengungkapkan capaian ini merupakan hasil dari semangat kemandirian masyarakat tanpa bergantung pada proposal bantuan.

“Kami bertekad memajukan Sukabumi melalui pemberdayaan masyarakat secara terpadu dan mandiri. Kami berupaya tidak mengajukan proposal, semua dilakukan swadaya masyarakat, dibantu oleh PLUT DKUKM dan Petani Milenial binaan Kehutanan,” ujarnya.
Ia pun menyampaikan terima kasih kepada pemilik kebun bambu dan semua pihak yang telah mendukung, hingga madu Trigona kini menjadi ikon unggulan dari Kampung Ciseupan.
Selama dua tahun berjalan, usaha juga berdampak pada perbaikan infrastruktur desa, seperti akses jalan ke kebun bambu, sanitasi lingkungan, air bersih, dan penerangan jalan.
Produksi dan Target Pengembangan Ciseupan Beefarm saat ini memiliki sekitar 200 koloni lebah Trigona jenis laeviceps (sarang lebah tanpa sengat). Dalam tiga bulan, satu koloni bisa menghasilkan sekitar 200 ml madu. Secara total, produksi per bulan mencapai 8–13 liter, dengan harga jual per botol Rp100.000 per 100 ml.
Namun, keterbatasan sumber pakan lebah menjadi tantangan utama. Oleh karena itu, KTH Ciseupan mengusulkan kepada PT SCG Indonesia, melalui usulan program CSR dapat mendukung penanaman bunga matahari sebagai sumber pakan lebah dan pengembangan program ekonomi kreatif.
Ditambahkan sekilas Pembina KTH Ciseupan Beefarm, Uga Nugraha,”Kami berharap mitra lintas sektor, termasuk SCG, bisa mendukung perencanaan pengembangan kelompok tani kami ke depan, ditambah pertanian masyarakat Ciseupan menggunakan suplemen penyubur tanaman dan tanah berbentuk cair. Dimana hal tersebut sebagai upaya mengembalikan memperbaiki unsur hara,” harap Uga.
Redaktur : Rapik Utama







