Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sukabumi, Eki Radiana Rizki diwawancara awak media di gedung Pendopo / Foto: MediaAksara
MEDIAAKSARA.ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi mulai mendistribusikan bantuan air bersih ke wilayah yang terdampak kekeringan. Hingga pertengahan Juli 2026, permohonan bantuan telah diterima dari empat kecamatan, yakni Cikembar, Cibadak, Cicurug, dan Nyalindung.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sukabumi, Eki Radiana Rizki, mengatakan penyaluran air bersih dilakukan menggunakan mobil tangki berkapasitas sekitar 5.000 liter. Volume distribusi disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat di masing-masing lokasi.
“Setiap desa memiliki kebutuhan yang berbeda. Ada yang menerima hingga 15.000 liter dalam tiga kali pengiriman, ada pula yang satu atau dua kali pengiriman,” ujar Eki, Kamis (16/7/2026).
Baca Juga :
Menurut Eki, hingga saat ini BPBD telah menyalurkan lebih dari 30.000 liter air bersih kepada masyarakat terdampak kekeringan.
Ia menjelaskan, setiap desa yang mengajukan bantuan diperkirakan memiliki 200 hingga 300 kepala keluarga (KK) yang membutuhkan pasokan air bersih. Distribusi dilakukan hingga ke tingkat RW sesuai titik permintaan warga.
Baca Juga :
Eki mengakui keterbatasan sarana menjadi tantangan dalam penanganan kekeringan. Saat ini BPBD hanya memiliki satu unit mobil tangki yang dapat dioperasikan karena satu unit lainnya masih dalam perbaikan.
Untuk mengoptimalkan pelayanan, BPBD telah berkoordinasi dengan berbagai pihak, di antaranya Perumda Air Minum (PDAM), PMI, perusahaan swasta, serta relawan yang memiliki armada mobil tangki agar pendistribusian air bersih dapat menjangkau lebih banyak wilayah terdampak.
Ia juga mengimbau pemerintah desa dan kecamatan agar segera mengajukan permohonan bantuan apabila mulai mengalami kesulitan memperoleh air bersih, sehingga distribusi dapat dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran.
Reporter: Sr1
Redaktur: Rapik Utama







