Home / Kabar Daerah

Senin, 17 November 2025 - 07:40 WIB

Korban Bongkar Perkembangan Oknum Guru Diduga Cabul, Publik Diminta Terus Kawal Proses Hukum di Sukabumi

Majalah dingding sosialisasi perlindungan anak di sekolah Sukabumi / Foto: MediaAksara

MEDIAAKSARA.ID – Dugaan kasus pelecehan yang melibatkan seorang oknum guru di salah satu SMA di Kabupaten Sukabumi kembali mencuat setelah korban, berinisial GM, membeberkan perkembangan terbaru melalui unggahan di akun Facebook pribadinya, Minggu (16/11/2025). Ia meminta publik untuk terus mengawal proses hukum agar penanganan kasus berjalan transparan dan tuntas.

GM mengungkapkan bahwa terlapor telah kehilangan dua jabatan penting di dunia pendidikan setelah kasusnya menjadi perhatian publik. Menurutnya, pelaku sudah mengundurkan diri dari sekolah tempatnya mengajar dan telah diberhentikan secara tidak hormat dari jabatan kepala sekolah di sebuah SMP.

Korban menegaskan saat ini ia bersama pihak terkait masih mendalami proses hukum, mengingat kasus tersebut diduga melibatkan anak di bawah umur sehingga membutuhkan penanganan yang hati-hati, profesional, dan terbuka.

Baca:https://mediaaksara.id/demokrasi-kampus-kongres-mahasiswa-unp-tetapkan-abdurahman-pais-ahmad-brik-sebagai-presma-2025-2026/

Pada unggahan yang sama, GM menyampaikan terima kasih kepada sejumlah lembaga serta instansi yang telah memberi perhatian dan bertindak tegas terhadap terduga pelaku. Ia juga mengapresiasi dukungan sahabat yang terus menguatkannya selama proses berlangsung.

GM turut meluruskan tudingan pelaku yang menyebut dirinya memiliki motif dendam atau kedekatan masa lalu. Ia membantah keras tuduhan tersebut dan memastikan tidak pernah memiliki hubungan apa pun dengan terlapor sejak masa beasiswa hingga kini.

Baca: https://mediaaksara.id/bipp-cimandiri-gelar-hajat-balarea-ke-9-dorong-pelestarian-patanjala-kearifan-tata-ruang-sukabumi/

GM mengaku masih mengalami trauma mendalam setiap kali membayangkan kemungkinan bertemu atau dihubungi terlapor. Ia menuliskan bahwa dirinya kerap menangis, ketakutan, hingga merasakan keringat dingin akibat bayangan tersebut.

Di akhir unggahannya, GM menyampaikan pernyataan tegas untuk membantah narasi pelaku yang dinilainya tidak masuk akal.

Kasus ini terus menyedot perhatian masyarakat karena menyangkut lingkungan pendidikan serta isu perlindungan anak. GM mengajak masyarakat untuk tetap memberikan dukungan moral dan bersama mengawal proses hukum hingga ada kepastian keadilan.

Sumber: @Ja2ng

Redaktur: Rapik Utama

Share :

Baca Juga

Kabar Daerah

Dugaan Sertifikat Tanah 42 Hektare di Cinumpang, Diaga Muda Desak BPN Buka Data dan Verifikasi Lapangan

Kabar Daerah

PSDA Jabar Mulai Rehabilitasi Irigasi Cikarang Nguluwung, Distribusi Air untuk Petani 

Kabar Daerah

Viral Lansia Prasejahtera Masuk Desil 6 di Sukabumi: Camat Turun Bantu, Ungkap Penyebab dan Upayakan Perubahan Data 

Kabar Daerah

Loker 800 Karyawan PT Hung Fu Leather Indonesia Prioritaskan Warga Cikembar dan Dijamin Gratis Tanpa Pungutan

Kabar Daerah

PAW Kades Sukaraja Ungkap Langkah Pertama Usai Diambil Sumpah Jabatan, Konsolidasi Jadi Fokus Awal

Kabar Daerah

Jembatan Gantung Guha Monyet Dibangun Relawan, Penghubung Dua Kecamatan di Sukabumi Jadi Harapan Warga

Kabar Daerah

Tim Keuyeup Sukabumi Buktikan SDM Lokal Mampu Sukseskan Film Nasional

Kabar Daerah

Penutupan Rakernas APEKSI 2026, Wali Kota Sukabumi Perkuat Kolaborasi dan Inovasi Pembangunan Daerah