Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Sukabumi, Ferry Supriyadi di Kantor Disnakertrans / Foto: MediaAksara
MEDIAAKSARA.ID – Komisi IV DPRD Kabupaten Sukabumi mendorong strategi penanganan kekerasan di wilayah Sukabumi dengan menekankan langkah-langkah preventif. Hal ini dibahas dalam rapat kerja bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) serta Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Sukabumi pada Kamis (7/8/2025).
Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Sukabumi, Ferry Supriyadi, kepada MediaAksara menegaskan pentingnya reformulasi anggaran DP3A agar lebih mengarah pada pencegahan kekerasan, bukan hanya pendampingan pascakejadian.
“Tren kekerasan di Kabupaten Sukabumi memang tidak selalu tinggi, tetapi cenderung meningkat dari tahun 2018 hingga 2025. Karena itu, DP3A perlu mengubah formulasi dan memperkuat edukasi melalui jejaring desa dan media sosial agar masyarakat lebih paham,” ujarnya saat ditemui di Kantor Disnakertrans Kabupaten Sukabumi.
Ferry menyayangkan selama ini pendekatan penanganan lebih banyak dilakukan setelah kekerasan terjadi.
Baca: https://mediaaksara.id/angkot-goalpara-terbakar-di-sukaraja-sukabumi-lalu-lintas-sempat-macet/
“Sekarang ini, kita baru hadir setelah kejadian untuk memberikan pendampingan psikologis dan mental. Ke depan, motif pencegahannya harus sudah dirancang sejak awal,” tambah Ferry dari Fraksi Golkar.
Ia juga menyoroti keterbatasan anggaran yang menjadi salah satu kendala utama dalam menjalankan program preventif. Untuk itu, DPRD akan terus mendukung program DP3A agar menyusun langkah-langkah pencegahan secara menyeluruh dan tepat sasaran.
Reporter : Juliansyah
Redaktur : Rapik Utama







