Tenaga medis Puskesmas Lengkong tangani korban Kejadian Luar Biasa (KLB) puluhan warga Desa Langkapjaya diduga Keracunan massal / Foto: Istimewa
MEDIAAKSARA.ID – Kejadian Luar Biasa (KLB) keracunan massal menimpa puluhan warga Kampung Sampalan, RT 18/RW 05, Desa Langkapjaya, Kecamatan Lengkong, Kabupaten Sukabumi. Sebanyak 60 orang dilaporkan mengalami gejala keracunan usai menyantap hidangan pada acara keagamaan yang berlangsung pada Senin malam (22/9/2025).
Informasi sementara, sebanyak 49 warga sudah diperbolehkan pulang setelah menjalani pemeriksaan medis. Namun, 11 orang lainnya masih mendapat peraw@tan intensif di Puskesmas Lengkong.
Pjs Kepala Desa Langkapjaya, Pian Ruswansi, kepada MediaAksara membenarkan kejadian tersebut. “Alhamdulillah, dibantu Kepala Puskesmas, Muspika, serta aparat desa, seluruh korban sudah ditangani. Sebagian besar sudah dipulangkan ke rumah masing-masing, data sementara tinggal 11 orang lagi yang masih dalam penanganan di Puskesmas,” uj@rnya, Rabu malam (24/9/2025) melalui sambungan seluler.

Camat Lengkong, Ade Rikman, dikonfirmasi hal sama juga membenarkan adanya musibah tersebut. “Ditunggu, masih proses identifikasi dan konsep pelaporan sedang dikerjakan,” jelasnya melalui seluler.
Berselang beberapa waktu, Camat Lengkong menyampaikan keterangan resmi atas peristiwa KLB yang berawal pada Senin (22/9/2025) sekitar pukul 18.00 WIB, saat warga mengikuti kegiatan keagamaan di Kampung Sampalan. Seusai acara, warga yang hadir diberikan bingkisan berupa nasi tumpeng.
Lalu, setelah mengonsumsi makanan, warga mulai merasakan gejala keracunan seperti mual, pusing, muntah, dan diare. Pada Rabu pagi, sejumlah warga berobat ke bidan desa dan pustu di Cilangkap maupun Langkapjaya. Sebagian kondisi pasien membaik, namun ada juga yang harus dirujuk dan dirawat intensif di Puskesmas Lengkong.
Hingga Rabu malam (24/9/2025) pukul 21.50 WIB, tim medis Puskesmas Lengkong masih melakukan penanganan terhadap korban. Sementara itu, sampel makanan telah diambil untuk diperiksa lebih lanjut di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) guna memastikan penyebab keracunan massal.
Redaktur: Rapik Utama







