Home / Kabar Daerah

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 09:50 WIB

Kebakaran Kasepuhan Ciptamulya Masuki Fase Baru, Pemkab Sukabumi Siapkan Rehabilitasi dan Pemulihan Korban

Kalak BPBD Sukabumi pimpin rapat koordinasi tanggap bencana kebakaran Kasepuhan Ciptamulya bersama BPBD Jabar bersama Pemdes Sirnaresmi, Forkompimcam Cisolok / Foto: Istimewa

SUKABUMI, MEDIAAKSARA.ID – Penanganan bencana kebakaran di Kasepuhan Ciptamulya, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, memasuki hari terakhir masa tanggap darurat pada Jumat (31/7/2026). Pemerintah Kabupaten Sukabumi mulai menyiapkan transisi menuju tahap rehabilitasi dan pemulihan bagi masyarakat terdampak.

Persiapan dibahas dalam rapat koordinasi di lokasi bencana yang dihadiri unsur Forkopimcam Cisolok, BPBD Kabupaten Sukabumi, BPBD Provinsi Jawa Barat, Dinas Sosial, Dinas Lingkungan Hidup, Pemerintah Desa Sirnaresmi, panitia lokal, serta relawan.

Camat Cisolok, Okih Pazri Assidiq, mengatakan hasil evaluasi menunjukkan sebagian besar indikator penanganan darurat telah terpenuhi. Karena itu, Forkopimcam Cisolok merekomendasikan agar status tanggap darurat tidak diperpanjang.

“Dari hasil rapat koordinasi, kami menyampaikan rekomendasi kepada BPBD Kabupaten Sukabumi agar status tanggap darurat dapat diakhiri. Sebanyak 27 indikator yang menjadi syarat pencabutan status tersebut telah terpenuhi,” ujar Okih.


Baca Juga :

Pemkab Sukabumi Dampingi Penanganan Balita Diduga Gizi Buruk di Cikembar, Data Bansos dan Layanan Kesehatan Dipercepat

Meski demikian, keputusan resmi mengenai pencabutan status tanggap darurat tetap menjadi kewenangan Pemerintah Kabupaten Sukabumi melalui BPBD. Hasil evaluasi akan dibahas dalam rapat koordinasi tingkat kabupaten sebelum keputusan akhir ditetapkan.

“Hasil evaluasi ini akan dibawa ke rapat koordinasi tingkat kabupaten sebagai dasar pengambilan keputusan mengenai status tanggap darurat,” katanya.

Sementara itu, kondisi di lokasi pengungsian terus menunjukkan perkembangan positif. Sebagian besar tenda darurat telah dibongkar setelah banyak warga kembali ke rumah maupun memilih tinggal sementara bersama kerabat.


Baca Juga :

Diduga Abai Atau Sengaja? Sungai Berubah Keruh, Warga Cikembar Riskan Limbah Batu Hijau Cemari Sumber Air Bersih

Saat ini hanya tersisa 12 kepala keluarga yang masih bertahan di lokasi pengungsian. Pemerintah bersama instansi terkait terus melakukan pendampingan untuk menentukan langkah penanganan terbaik dengan mengutamakan aspek kesehatan, keamanan, dan kenyamanan para penyintas.

“Tenda pengungsian sebagian sudah dibongkar. Tinggal 12 kepala keluarga yang masih berada di lokasi. Kami akan menentukan apakah mereka tetap di pengungsian sementara atau dipindahkan ke rumah kerabat dengan mempertimbangkan kondisi kesehatan dan keselamatan mereka,” jelasnya.

Selain difungsikan sebagai tempat penampungan sementara, tenda yang masih berdiri juga akan dimanfaatkan sebagai ruang kegiatan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) selama proses rehabilitasi berlangsung.

Pemerintah Kecamatan Cisolok memastikan penanganan pascabencana tetap berjalan meski status tanggap darurat nantinya dicabut. Fokus berikutnya diarahkan pada rehabilitasi, pemulihan layanan dasar, serta percepatan pemulihan kehidupan masyarakat agar aktivitas warga dapat kembali normal.

 

Sumber: Diskominfosan Kab. Sukabumi

Redaktur: Rapik Utama

Share :

Baca Juga

Kabar Daerah

Satres Narkoba Polres Sukabumi Telusuri Jaringan Pemasok Sabu di Gunungguruh ‎

Kabar Daerah

BARA Desak Pemkab Sukabumi Perketat Pengawasan dan Uji Kelayakan Dapur SPPG

Kabar Daerah

Pengawasan SPPG Sukabumi Disorot, AMUSI Minta Hasil Inspeksi Dibuka ke Publik

Kabar Daerah

Karang Taruna Sukabumi Minta Maaf Soal Dugaan Peredaran Miras di Sekretariat Benteng, Bukan Oplosan dan Akui Ada 18 Botol ‎

Kabar Daerah

Pembangunan Masjid Cisayar Sukabumi Capai 85 Persen, CV Demi Karya: Ditargetkan Selesai Desember 2026

Kabar Daerah

Dari Jembatan Bambu Menjadi Jembatan Gantung Kokoh, TNI Bangun Akses Penghubung Dua Kecamatan di Sukabumi

Kabar Daerah

Gunung Tumpeng dan Pulau Kunti Sukabumi, Dua Jejak Geologi yang Mengungkap Sejarah Samudera Purba di Ciletuh ‎

Kabar Daerah

Petani Baru Ajol Sukabumi Minta Kepastian Status Lahan Eks PTPN dan Tidak Menolak Pembangunan Yonif TP 345