Menteri Desa Buka Suara soal Koperasi Desa Merah Putih, Singgung Masalah di Lapangan: “Jangan Tebang Pohonnya”/ Foto: MediaAksara
MEDIAAKSARA.ID – Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) RI, Yandri Susanto, menegaskan komitmen Kementerian Desa sebagai bagian dari satuan tugas Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) untuk terus mengawal pelaksanaan Program Strategis Nasional (PSN).
Pernyataan tersebut disampaikan Yandri usai menghadiri Sidang Terbuka Senat Akademik Milad ke-23 Universitas Muhammadiyah Sukabumi yang mengusung tema “Akselerasi Transformasi UMMI: Menguatkan Reputasi, Mewujudkan Kampus Unggulan dan Berdampak”, Jumat (12/6/2026).
Menurut Yandri, pembangunan sarana pendukung KDMP saat ini masih terus berlangsung. Hingga pertengahan tahun 2026, sekitar 20 ribu gudang dan gerai telah selesai dibangun dan jumlah tersebut ditargetkan meningkat menjadi 30 ribu unit pada Agustus mendatang.
Ia menjelaskan, operasional KDMP memang belum berjalan penuh karena masih berada dalam tahap pembangunan infrastruktur. Karena itu, masyarakat diminta memahami proses yang sedang berlangsung membutuhkan waktu sebelum koperasi dapat beroperasi secara optimal.
Yandri mengakui masih ada sejumlah kendala dalam pelaksanaan program di lapangan. Namun, menurutnya, permasalahan yang muncul hanya terjadi pada sebagian kecil lokasi dan terus ditangani pemerintah.
Dengan hormat: Dilarang melakukan penyalinan (copy-paste), tindakan plagiarisme, atau penggunaan sebagian maupun seluruh isi artikel tanpa izin resmi dari Redaksi MediaAksara
“Jika ada persoalan dalam proses pembangunan, tentu akan kita selesaikan. Namun lebih banyak yang berjalan baik. Jadi, “bila ada pohon durian buahnya seribu, kalau ada yang busuk satu atau dua, pohonnya jangan ditebang, tapi buah durian yang busuk kita keluarkan”. Jangan karena ada satu atau dua masalah lalu menilai keseluruhan program gagal,” ujarnya.
Dengan dukungan berbagai pihak, pemerintah optimistis KDMP dapat menjadi instrumen penguatan ekonomi desa sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap layanan usaha dan distribusi kebutuhan pokok di wilayah pedesaan.
Reporter: Sr1
Redaktur: Rapik Utama







