Home / Sosial Ekonomi

Kamis, 18 September 2025 - 19:52 WIB

Karang Taruna dan Kecamatan Jampangkulon Peduli Bantu Nenek Wanaram (97) Sebatang Kara Tempati Gubuk Panggung

Karang Taruna, Pokmas Salira, dan unsur Pemerintah Kecamatan Jampangkulon tinjau Nenek Wanaram (97) hidup sebatang kara di gubuk lapuk nyaris roboh warga Desa Bojongsari / Foto: Istimewa 

MEDIAAKSARA.ID – Usia senja semestinya menjadi masa penuh kehangatan keluarga dan ketenteraman. Namun, kenyataan berbeda nasib yang dialami Nenek Wanaram (97). Ia hidup seorang diri di sebuah gubuk panggung lapuk yang hampir roboh, di Kampung Cihaur RT 07/RW 05, Desa Bojongsari, Kecamatan Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi.

Selama 35 tahun, gubuk panggung itu menjadi satu-satunya tempat tinggalnya. Lebih memilukan lagi, hampir 45 tahun lamanya ia hidup sebatang kara tanpa keluarga yang mendampingi. Setiap hari, Nenek Wanaram bertahan di rumah dengan dinding lapuk, lantai yang berderit, dan atap bocor yang tak lagi mampu melindungi dari hujan dan panas.

Kondisi pilu ini terungkap saat seorang kurir Pokmas Salira yang diketuai Waryati mengantarkan paket makanan. Dari situ, terbuka fakta menyayat hati tentang seorang lansia yang terlupakan.

Baca: https://mediaaksara.id/desa-sudajaya-girang-sukabumi-usung-inovasi-agrowisata-bank-sampah-di-anugerah-gapura-sribaduga-2025/

Respons cepat pun datang dari Karang Taruna bersama unsur Pemerintah Kecamatan dan Pokmas Salira mendatangi kediaman Nenek Wanaram.

Karang Taruna, Pokmas Salira, dan unsur Pemerintah Kecamatan Jampangkulon tinjau Nenek Wanaram (97) hidup sebatang kara di gubuk lapuk nyaris roboh warga Desa Bojongsari / Foto: Istimewa
Karang Taruna, Pokmas Salira, dan unsur Pemerintah Kecamatan Jampangkulon tinjau Nenek Wanaram (97) hidup sebatang kara di gubuk lapuk nyaris roboh warga Desa Bojongsari / Foto: Istimewa

“Kondisi rumah beliau masuk kategori rumah tidak layak huni (rutilahu) dan nyaris roboh. Kami juga membawa tim kesehatan dari Puskesmas untuk memeriksa kesehatan Nenek Wanaram,” ujar Ketua Karang Taruna Kecamatan Jampangkulon, Ikbal pada Kamis (18/9/2025).

Baca: https://mediaaksara.id/desa-titisan-sukalarang-andalkan-pades-50-juta-inovasi-ternak-ayam-aset-di-ajang-gapura-sribaduga-sukabumi-2025/

Sementara itu, Dadun, Sekretaris Kecamatan Jampangkulon menyampaikan “Hari ini kami langsung merespons laporan tersebut dengan mengunjungi rumah Nenek Wanaram bersama Pokmas Salira dan Karang Taruna,” ujarnya mewakili Camat yang sedang bertugas di Bandung.

Ia menegaskan, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Camat serta Pemerintah Kabupaten Sukabumi. “Kami akan mengupayakan perbaikan rumah melalui program rutilahu serta pemeriksaan kesehatan intensif. Harapannya, rumah beliau bisa segera menjadi hunian yang layak,” jelas Dadun.

Sekilas kisah Nenek Wanaram sejatinya adalah sebagian potret Lansia di pelosok sukabumi yang bernasib serupa. Perlu langkah nyata agar pemerintah tidak hanya menunggu laporan, tetapi juga aktif menemukan dan mencegah agar tak ada lagi warga lanjut usia yang dibiarkan hidup dalam kondisi memprihatinkan.

 

Sumber : Sadev@

Redaktur: Rapik Utama

Share :

Baca Juga

Sosial Ekonomi

Pendamping Sosial Jampangkulon Perbarui Data DTSEN Warga Desa Tanjung Usai Viral di Media Sosial

Sosial Ekonomi

‎51 Rumah Tak Layak Huni di Ciambar Dapat Bantuan BSPS 2026, Pemdes Gelar Tender Rakyat ‎

Sosial Ekonomi

‎7 Warga Bojonggenteng Terima Bantuan Rutilahu 2026, Anggaran Rp20 Juta per Rumah

Sosial Ekonomi

Rutilahu Cicurug 2026: Disperkim Sukabumi Intervensi 7 dari 12 Usulan Rutilahu ‎

Sosial Ekonomi

Wabup Sukabumi Pantau Dampak Cuaca Ekstrem di Cicurug, Kesiapsiagaan Diperkuat

Sosial Ekonomi

Gerak Sosial YFSBBP Salurkan Bantuan Korban Kebakaran di Kalibunder ‎

Sosial Ekonomi

Keterbatasan Tak Halangi Karya: Difabel Cipuntang Sukabumi Lukis Wajah Mirip KDM dan Menulis Sastra

Sosial Ekonomi

Balita Terluka dalam Kebakaran di Jampangkulon, Warga Gotong Royong Bangun Kembali Rumah Korban