Ilustrasi KAI Daop 1 Jakarta mengungkap kejadian warga Karangtengah-Cibadak tertemper KA Pangrango di jalur Cisaat-Cibadak, Kabupaten Sukabumi / Foto: Istimewa ‘AI’
SUKABUMI, MEDIAAKSARA.ID – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta menyampaikan keprihatinan atas kejadian warga Desa Karangtengah, Kecamatan Cibadak tertemper KA Pangrango PLB 227A relasi Sukabumi–Bogor Paledang di Km 43+1/2 petak jalan Cisaat–Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Kamis (24/9/2026) sekitar pukul 15.20 WIB.
Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta Franoto Wibowo mengatakan, setelah menerima informasi kejadian, petugas KAI langsung berkoordinasi dengan pihak terkait. Petugas pengamanan dari Stasiun Karangtengah juga dikerahkan ke lokasi untuk melakukan penanganan dan pengamanan.
”Petugas kemudian melakukan pemeriksaan terhadap rangkaian KA Pangrango. Setelah dipastikan dalam kondisi aman dan tidak terdapat gangguan yang membahayakan perjalanan, kereta dapat kembali melanjutkan perjalanan,” ujar Franoto dalam keterangan tertulis, Kamis (24/9/2026).
Baca Juga :
Cekcok Berujung Sabetan Golok di Sukalarang, Polisi Sukabumi Amankan Sejumlah Barang Bukti
Akibat peristiwa ini, perjalanan KA Pangrango mengalami keterlambatan sekitar tiga menit. Sementara itu, sekilas informasi mengenai identitas dan kondisi warga Desa Karangtengah Cibadak yang tertemper masih dalam penanganan dan koordinasi dengan pihak terkait.
KAI Daop 1 Jakarta mengimbau masyarakat agar tidak berjalan, bermain, duduk, maupun melakukan aktivitas lainnya di jalur kereta api.
Menurut KAI, jalur kereta merupakan area operasional dengan risiko keselamatan tinggi yang diperuntukkan bagi perjalanan kereta api serta petugas yang memiliki kewenangan.
Baca Juga :
Masyarakat juga diminta tidak mengambil risiko dengan berada terlalu dekat dengan jalur kereta. Hal ini karena kereta api memiliki karakteristik pergerakan dengan jarak pengereman yang panjang sehingga tidak dapat berhenti secara tiba-tiba ketika terdapat orang atau benda di lintasan.
”Kami mengajak masyarakat menjaga keselamatan dengan tidak beraktivitas di jalur kereta api serta selalu menggunakan akses dan perlintasan yang telah diperuntukkan bagi masyarakat. Keselamatan perjalanan kereta api juga membutuhkan kepedulian dan kedisiplinan seluruh pihak,” kata Franoto.
KAI Daop 1 Jakarta menyatakan terus melakukan koordinasi dengan petugas di lapangan dan mengedepankan aspek keselamatan dalam setiap penanganan kejadian yang berkaitan dengan perjalanan kereta api.
Sumber : Humas KAI Daop 1 Jakarta
Redaktur: Rapik Utama







