PWNU Jabar Dukung KH. Aang Abdullah Zein sebagai Calon Ketua MUI Jawa Barat / Foto: Istimewa
MEDIAAKSARA.ID – Pimpinan Umum Pondok Pesantren Azzainiyyah Sukabumi, Dr. KH. Aang Abdullah Zein, M.Pd.I, resmi direkomendasikan PWNU Jawa Barat sebagai calon Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Barat.
Pencalonan KH. Aang mendapat rekomendasi resmi dari Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Barat, dukungan strategis yang menunjukkan kepercayaan para kiai serta pengurus organisasi terhadap integritas dan kepemimpinan beliau. PWNU menilai KH. Aang memiliki wawasan kebangsaan yang matang, komitmen pada Islam rahmatan lil ‘alamin, serta rekam jejak panjang dalam dakwah dan pendidikan Islam.
Sebagai ulama yang telah lama berkhidmat di dunia pesantren, KH. Aang dikenal sebagai figur yang mampu merangkul berbagai kalangan. Kiprahnya dalam penguatan moderasi beragama, pembangunan lembaga pendidikan, dan sinergi antara pesantren, masyarakat dan pemerintah menjadi dasar kuat yang menjadikannya salah satu kandidat paling diperhitungkan untuk memimpin MUI Jawa Barat.
Dukungan PWNU mendapat sambutan hangat dari para kiai, santri, dan jaringan pesantren se-Jawa Barat. Banyak pihak menilai, kepemimpinan ulama muda yang visioner seperti KH. Aang dibutuhkan untuk menjawab tantangan keumatan di era digital, dinamika sosial yang cepat berubah, serta tuntutan masyarakat atas panduan keagamaan yang relevan dan menyejukkan.
Termasuk dukungan juga datang dari berbagai elemen Nahdlatul Ulama di tingkat kabupaten/kota semakin menguatkan posisi beliau. Jaringan pesantren menilai KH. Aang memiliki kapasitas memperkuat peran MUI, baik dalam bidang fatwa, pendidikan keagamaan, maupun upaya menjaga harmoni sosial di tengah keberagaman masyarakat Jawa Barat.
Dalam suasana penuh kekhidmatan, KH. Aang memberikan pernyataan yang sarat nilai kebijaksanaan.
“Niat kami bukan untuk mencari kedudukan, tetapi untuk menjaga amanah umat. Guru-guru kami selalu mengajarkan, bahwa jabatan itu bukan kemuliaan, melainkan ladang pengabdian. Jika Allah memberikan jalan, kami hanya berharap dapat menjadi wasilah ketenangan bagi masyarakat. MUI ke depan harus menjadi tempat berteduh, tempat umat mendapatkan panduan yang menyejukkan,” ujarnya yang akrab disapa Akang Haji.
“Dalam setiap langkah, kami berupaya menghadirkan kasih sayang. Sebab agama tidak lahir dari kerasnya suara, tetapi dari beningnya hati. Kami ingin MUI Jawa Barat menjadi lembaga yang responsif, inklusif, dan senantiasa menghadirkan bimbingan dengan penuh cinta, agar umat tidak hanya terarah, tetapi juga merasa disayangi.” tambahnya.
“Doakan agar langkah ini diridhai Allah, membawa maslahat, dan menjadi bagian dari perjalanan panjang kita untuk membangun kehidupan beragama yang tenang, teduh, dan saling menghormati.” harapnya.
Redaktur: Rapik Utama







