HUT ke-15 Fraksi Rakyat Sukabumi/ Foto: Mediaaksara
MEDIAAKSARA.ID – Sorak lantang “Landreform!” menggema dari puluhan petani, mahasiswa, dan buruh yang menghadiri acara Fraksi Rakyat Summit 2025, Sabtu (10/5/2025), di kawasan Pondok Halimun, Desa Perbawati, Kecamatan/Kabupaten Sukabumi.
Kegiatan digelar dalam rangka memperingati HUT ke-15 Fraksi Rakyat mengusung tajuk “Mengkonsolidasikan Gerakan Melawan” dengan hastag #lawanduluaja. Selain dihadiri oleh petani dan buruh, turut hadir komunitas ojek online (Ojol), Gema Tani, IMM, SPI, SPN, sejumlah kepala desa dari Kecamatan Jampangtengah, Cisaat, Lengkong, serta Kasatpol PP Kota Sukabumi.
Rangkaian acara diisi oleh Mimbar Rakyat dan sesi diskusi membahas peta permasalahan Reforma Agraria, harapan atas keadilan agraria, serta gagasan Reforma Agraria Perkotaan.
Baca: https://mediaaksara.id/pwi-sukabumi-audiensi-dengan-bpn-soroti-kinerja-pelayanan-publik/
Dalam sesi mimbar rakyat, Anjak Priatama Sukma turut menyampaikan materi tentang Perda Kerjasama Perkebunan No. 01 Tahun 2024, sebagai bentuk dukungan Pemkab Sukabumi terhadap Reforma Agraria sejati.
Ketua Dewan Pakar Fraksi Rakyat, Yana Fajar FY Basori, menyampaikan pentingnya menjadikan momentum sebagai refleksi politik keadilan agraria. “Fraksi Rakyat akan terus menjadi bagian dari perjuangan melawan ketidakadilan dan kesewenang-wenangan,” ungkapnya.
Ketua Fraksi Rakyat, Rozak Daud, menyampaikan tema “Lawan Dulu Aja” merupakan bentuk konsistensi Fraksi Rakyat dalam menyuarakan ketidakadilan dan memperjuangkan ruang hidup rakyat.
Baca: https://mediaaksara.id/ptsl-2025-8-400-bidang-dptr-sukabumi-dukung-bpn-targetkan-dua-bulan-selesai/
“Selama 15 tahun, kita konsolidasikan kekuatan. Bertahan dan terus berjuang demi kemenangan. Reforma Agraria adalah jalan panjang yang harus terus diperjuangkan,” ujar Rozak.
Ia juga menegaskan pentingnya memperluas perjuangan hingga ke ranah Reforma Agraria Perkotaan, seperti hak-hak pedagang kaki lima (PKL) dan warga di kawasan permukiman kumuh.
Rozak turut menyoroti lambannya tindak lanjut Pemkab Sukabumi dalam penanganan korban bencana di Nyalindung. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus bergerilya dalam memperjuangkan keadilan ekologis dan hak atas ruang hidup.
“Mulai dari 2010 hingga 2019, kita telah meraih kemenangan kecil. Tapi kemenangan besar adalah saat kita mampu melawan kemiskinan dengan memanfaatkan lahan untuk kesejahteraan rakyat,” pungkasnya.
Redaksi: Rapik Utama







