Protes Emak-Emak Akibat Merebaknya Wabah Lalat Yang Diduga Dari Peternakan PT. Tangkil Farm Kec. Cidahu / Foto : Istimewa
MEDIAAKSARA.ID – Puluhan emak-emak bersama warga menggelar aksi protes di depan gerbang PT. Tangkil Farm, yang berlokasi di Kampung Tangkil, Desa Tangkil, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi. Mereka memprotes merebaknya wabah lalat yang diduga berasal dari peternakan ayam petelur tersebut.
Kepala Desa Tangkil, Ijang Sehabudin, saat dimintai tanggapan melalui sambungan seluler, membenarkan bahwa wabah lalat dari PT. Tangkil Farm telah mengganggu warga sekitar selama dua minggu terakhir. Pihak Pemerintah Desa Tangkil telah melayangkan surat teguran kepada perusahaan, serta menembuskannya ke Bupati Sukabumi, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), dan Satpol PP Kabupaten Sukabumi.
“Kami berharap masalah ini segera ditangani. Dinas terkait harus segera turun tangan. DLH sendiri sudah melakukan peninjauan ke perusahaan,” ungkap Ijang, Jumat (21/02/2025).
Aksi protes ini didominasi oleh warga Kampung Cibaregbeg, Desa Caringin, Kecamatan Cicurug. Hal ini lantaran lokasi PT. Tangkil Farm berada di perbatasan Desa Tangkil, Cidahu, dengan Desa Caringin, Cicurug.
Video Amatir Puluhan Emak-Emak Protes Akibat Wabah Lalat Diduga Dari Peternakan Ayam PT. Tangkil Farm
Kapolsek Cidahu, AKP Endang Slamet, mengungkapkan bahwa pihaknya bersama Muspika telah melakukan monitoring dan pengamanan aksi protes pada Kamis (20/02/2025). Aksi ini diikuti sekitar 50 warga, mayoritas kaum ibu-ibu.
Adapun tuntutan warga yaitu:
1. Pihak perusahaan segera melakukan penyemprotan sanitasi anti-lalat di sekitar peternakan dan permukiman terdampak.
2. PT. Tangkil Farm harus segera menyelesaikan permasalahan ini karena warga sudah merasa resah.
3. Jika dalam waktu 2×24 jam tidak ada tindakan konkret dari pihak perusahaan, warga mengancam akan kembali menggelar aksi.
Kapolsek Cidahu menambahkan bahwa dirinya bersama Kepala Desa Tangkil telah mengimbau warga agar tetap menjaga kondusivitas dan membubarkan diri. Sebagai tindak lanjut, perwakilan warga diajak berdiskusi dengan hasil sebagai berikut:
“Berdasarkan informasi, Pihak perusahaan akan berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk menangani wabah lalat, lalu pemerintah desa Caringin dan Desa Tangkil akan membentuk tim tingkat RT guna memberantas lalat di lingkungan terdampak,” tukasnya.
Masih kata Endang, Agar tidak meluas, PT. Tangkil Farm akan mendistribusikan obat pembasmi lalat ke setiap RT terdampak, baik dalam bentuk penyemprotan, tabur, maupun lem kertas sesuai permintaan warga.
“Setelah musyawarah,aksi protes massa akhirnya berakhir pada sore hari pada Kamis (20/02) dalam keadaan aman dan kondusif,” ujar Kapolsek Cidahu.
Hingga berita ini ditayangkan, pihak PT. Tangkil Farm, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), dan Satpol PP Kabupaten Sukabumi belum memberikan tanggapan resmi terkait permasalahan ini.
Reporter : Rapik Utama.







