Tangkapan layar: Andaryana, Kakak Alm. Heri Wibawa di media sosial meminta perhatian pemerintah membantu pemulangan jenazah HW dari Korea Selatan / Foto: Istimewa
MEDIAAKSARA.ID – Kabar duka kembali menyelimuti keluarga pekerja migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Sukabumi. Heri Wibawa, warga Kampung Cimantaja RT 04/RW 02, Desa Cikiray, Kecamatan Cikidang, meninggal dunia di Korea Selatan setelah dirawat tiga pekan akibat sakit meningitis.
Heri Wibawa sempat menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit SM Christianity, Pohang, Seoul, sejak 12 Agustus 2025. Namun, pada Rabu (3/9/2025) pukul 17.16 waktu setempat, ia dinyatakan meninggal dunia. Video duka yang diunggah oleh kakaknya, Andaryana, sempat viral di media sosial dan menuai simpati publik.
Pemerintah Kabupaten Sukabumi turut menyampaikan belasungkawa. Melalui akun resminya, Bupati Sukabumi Asep Japar menuliskan doa: “Turut berduka atas berpulangnya Saudara kami, Heri Wibawa. Semoga amal ibadahnya diterima serta diampuni segala dosa. Doakan agar proses pemulangan jenazah berjalan lancar.”
Sementara itu, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Seoul melalui Atase Ketenagakerjaan, Deddy Suprapto, dalam surat resminya tertanggal 6 September 2025 yang diterima MediaAksara, memastikan jenazah almarhum akan dipulangkan ke Indonesia.
Rencananya, jenazah diberangkatkan dengan penerbangan Garuda Indonesia GA 879 dari Incheon menuju Jakarta pada Minggu (7/9/2025), dengan jadwal keberangkatan pukul 10.35 dan diperkirakan tiba di Bandara Soekarno-Hatta pukul 15.45 WIB. Jenazah akan diantar langsung ke rumah duka di Sukabumi, Jawa Barat, disertai barang-barang pribadi almarhum.
Klik Video Podcast Klarifikasi PWI Kabupaten Sukabumi: https://youtu.be/rRnT9u-eqBo?si=hJj04GF5j8Ov0s98
Dalam proses pemulasaran jenazah yang dilakukan pada 5 September 2025 di Incheon, doa bersama juga dipanjatkan oleh Forum Komunikasi Ormas Indonesia di Korea (Forkomasi) serta Komunitas Muslim Indonesia (KMI).
KBRI Seoul meminta bantuan BP2MI untuk memfasilitasi pembiayaan dan pengantaran jenazah hingga ke kampung halaman, sekaligus memastikan pemenuhan hak-hak almarhum sebagai pekerja migran.
Ironisnya, tragedi ini menambah daftar panjang kisah duka pekerja migran asal Sukabumi yang berjuang di luar negeri akibat minimnya lowongan kerja.
Redaktur: Rapik Utama







